Gunung Semeru Erupsi: Kolom Abu 800 Meter dan 22 Kali Gempa Letusan
Gunung Semeru erupsi pada Selasa, 6 Oktober 2026 pagi. Erupsi Gunung Semeru terjadi pukul 07.42 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 800 meter di atas puncak.
Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 121 detik.
Aktivitas vulkanik Gunung Semeru juga ditandai dengan sejumlah gempa selama periode pengamatan. Tercatat 22 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 11-23 mm dan lama gempa 87-154 detik.
Selain gempa letusan, aktivitas Gunung Semeru juga mencatat sembilan kali gempa guguran dengan amplitudo 2-6 mm dan durasi 44-87 detik.
Kemudian terjadi empat kali gempa hembusan dengan amplitudo 2-6 mm dan durasi 35-74 detik.
Aktivitas kegempaan lainnya berupa dua kali gempa harmonik dengan amplitudo 2 mm dan durasi 175-670 detik.
Sementara itu, tercatat satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 4 mm, S-P 67 detik, dan durasi 141 detik.
Rekomendasi Aktivitas di Sekitar Gunung Semeru
Masyarakat dan pengunjung diminta memperhatikan rekomendasi keselamatan terkait aktivitas Gunung Semeru.
Masyarakat tidak diperbolehkan melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru, yang menjadi pusat erupsi.
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
Area tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak Gunung Semeru.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut masih rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
Waspadai Awan Panas dan Lahar Semeru
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Beberapa wilayah aliran sungai yang perlu diwaspadai terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Potensi lahar juga dapat terjadi di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Dengan aktivitas erupsi dan kegempaan yang masih terjadi, masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau mematuhi rekomendasi keselamatan serta tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan rawan bencana.
Advertisement