Gunung Semeru Erupsi, 28 Kali Gempa Letusan, Kolom Abu Teramati 500-1000 Meter
Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Sabtu, 26 September 2026. Erupsi Gunung Semeru terjadi pada pukul 05.17 WIB dengan tinggi kolom abu letusan teramati 500-1000 meter di atas puncak.
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Api Semeru, kolom abu erupsi mencapai ketinggian sekitar 900 meter di atas puncak, atau sekitar 4.576 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Gunung Semeru memiliki ketinggian 3.676 mdpl dan berada di wilayah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur. Secara geografis, gunung api tersebut berada pada koordinat 8,108Β° Lintang Selatan dan 112,92Β° Bujur Timur.
Gunung Semeru Masih Mengalami Erupsi Menerus
Aktivitas erupsi Gunung Semeru masih berlangsung. Saat gunung tidak tertutup kabut, kolom abu letusan dapat teramati dengan ketinggian sekitar 500 hingga 1.000 meter di atas puncak.
Pada malam hari, sinar api pijar juga dapat terlihat dari aktivitas Gunung Semeru. Selain itu, sesekali terdengar suara gemuruh maupun dentuman lemah.
Secara visual, gunung api terlihat jelas. Sementara asap kawah tidak teramati. Kondisi cuaca dilaporkan cerah dengan angin lemah yang bergerak ke arah utara dan timur laut.
Aktivitas kegempaan Gunung Semeru juga masih tercatat selama periode pengamatan.
Tercatat 28 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 12-25 milimeter dan lama gempa 66-157 detik.
Selain itu, terjadi empat kali gempa guguran dengan amplitudo 1-4 milimeter dan lama gempa 36-158 detik.
Aktivitas lainnya berupa dua kali gempa harmonik dengan amplitudo 6-7 milimeter dan lama gempa 90-273 detik.
Sementara itu, tercatat satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 12 milimeter, S-P 19 detik, dan lama gempa 90 detik.
Rekomendasi untuk Masyarakat
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya akibat aktivitas Gunung Semeru. Sejumlah wilayah di sekitar gunung api juga direkomendasikan untuk dihindari.
Pertama, masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
Area tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak Gunung Semeru.
Kedua, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut masih rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
Ketiga, masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Kewaspadaan terutama diperlukan di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga perlu diwaspadai pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Erupsi Gunung Semeru pada Sabtu pagi menunjukkan aktivitas gunung api tersebut masih berlangsung. Masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana diimbau mematuhi rekomendasi dan menghindari wilayah yang berpotensi terdampak awan panas, guguran lava, lontaran batu pijar, maupun lahar.
Advertisement