Semeru Erupsi Kolom Abu hingga 900 Meter, Merapi Guguran Lava Tinggi 1.700 Meter
Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Kamis 20 Agustus 2026 pagi. Kolom abu vulkanik teramati mencapai sekitar 900 meter di atas puncak.
Erupsi Gunung Semeru terjadi pada pukul 08.43 WIB. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 120 detik.
Sementara itu, aktivitas vulkanik juga terpantau di Gunung Merapi. Berdasarkan pengamatan, terjadi satu kali guguran lava ke arah barat atau menuju Kali Sat/Putih dengan jarak luncur mencapai 1.700 meter.
Semeru Erupsi, 29 Kali Gempa Letusan
Dalam pengamatan kegempaan Gunung Semeru, tercatat 29 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10-22 milimeter dan durasi 83-145 detik.
Selain itu, tercatat empat kali gempa guguran dengan amplitudo 1-2 milimeter dan durasi 39-48 detik.
Aktivitas kegempaan lainnya meliputi:
4 kali gempa hembusan dengan amplitudo 2-5 milimeter dan durasi 47-91 detik.
4 kali gempa harmonik dengan amplitudo 1-2 milimeter dan durasi 140-975 detik.
2 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 5-22 milimeter, S-P 17-98 detik dan durasi 50-389 detik.
Saat erupsi terjadi, Gunung Semeru tertutup kabut 0-III sehingga asap kawah tidak teramati. Cuaca dilaporkan mendung dengan angin lemah ke arah barat laut.
Warga Diminta Menjauhi Besuk Kobokan
Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru, yang menjadi pusat erupsi.
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
Kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena masih rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
Selain itu, warga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Beberapa kawasan yang perlu diwaspadai antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga dapat terjadi di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan.
Gunung Merapi Gugurkan Lava 1.700 Meter
Sementara itu, pengamatan Gunung Merapi menunjukkan gunung api tertutup kabut 0-II hingga 0-III. Asap kawah tidak teramati.
Cuaca di sekitar Gunung Merapi berawan hingga mendung dengan angin lemah ke arah timur.
Suhu udara tercatat sekitar 15,9-19,1 derajat Celsius, kelembapan 98,6-100 persen, dan tekanan udara 876,2-920,3 mmHg.
Selain satu kali guguran lava ke arah barat menuju Kali Sat/Putih dengan jarak luncur 1.700 meter, aktivitas kegempaan Gunung Merapi juga masih terpantau.
Kegempaan Gunung Merapi
Hasil pengamatan mencatat:
25 kali gempa guguran, dengan amplitudo 2-26 milimeter dan durasi 33,17-169,33 detik.
13 kali gempa hybrid/fase banyak, dengan amplitudo 2-37 milimeter, S-P 0,3-0,6 detik dan durasi 18,97-64 detik.
1 kali gempa tektonik jauh, dengan amplitudo 8 milimeter, S-P tidak teramati dan durasi 231,1 detik.
Masyarakat di sekitar kawasan Gunung Semeru dan Gunung Merapi diimbau tetap mengikuti informasi serta rekomendasi dari otoritas terkait. Aktivitas vulkanik dapat berubah sewaktu-waktu sehingga warga diminta tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai daerah rawan bencana.
Advertisement