Gunung Semeru Erupsi 29 Kali, Kolom Abu Capai 800 Meter Hari Ini
Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Senin, 10 Agustus 2026. Aktivitas vulkanik tersebut disertai 29 kali gempa letusan atau erupsi, berdasarkan hasil pemantauan aktivitas Gunung Api Semeru.
Erupsi Gunung Semeru tercatat terjadi pada pukul 05.42 WIB, dengan tinggi kolom abu letusan mencapai sekitar 800 meter di atas puncak atau sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Aktivitas erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo 11-22 milimeter dan durasi gempa antara 72 hingga 121 detik.
Gunung Semeru Erupsi Lagi Pukul 08.03 WIB
Selain erupsi pada pukul 05.42 WIB, Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada pukul 08.03 WIB.
Pada erupsi tersebut, tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 800 meter di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan berlangsung selama 97 detik.
Aktivitas tersebut menunjukkan Gunung Semeru masih mengalami aktivitas vulkanik yang perlu diwaspadai masyarakat, khususnya di kawasan yang berada dekat dengan aliran sungai yang berhulu di puncak gunung.
Catatan Aktivitas Gempa Gunung Semeru
Selain 29 kali gempa letusan atau erupsi, pemantauan Gunung Semeru juga mencatat sejumlah aktivitas kegempaan lainnya.
Rinciannya sebagai berikut:
29 kali gempa letusan/erupsi, amplitudo 11-22 mm dengan durasi 72-121 detik.
1 kali gempa guguran, amplitudo 3 mm dengan durasi 54 detik.
1 kali gempa hembusan, amplitudo 7 mm dengan durasi 45 detik.
1 kali gempa tektonik jauh, amplitudo 15 mm, S-P 22 detik, dan durasi 79 detik.
Aktivitas kegempaan tersebut menjadi bagian dari pemantauan kondisi Gunung Semeru secara berkelanjutan.
Rekomendasi untuk Masyarakat di Sekitar Semeru
Masyarakat diminta mematuhi rekomendasi keselamatan dan menjauhi kawasan yang berpotensi terdampak aktivitas erupsi Gunung Semeru.
Berikut sejumlah rekomendasi yang perlu diperhatikan:
Tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Kewaspadaan terutama diperlukan di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan karena berpotensi menjadi jalur aliran lahar.
Warga Diminta Waspada Aktivitas Semeru
Erupsi dan aktivitas kegempaan Gunung Semeru menunjukkan bahwa masyarakat di kawasan rawan bencana perlu tetap meningkatkan kewaspadaan.
Potensi bahaya tidak hanya berasal dari kolom abu dan material erupsi, tetapi juga awan panas, guguran lava, lontaran batu pijar, serta aliran lahar yang dapat terjadi terutama ketika material vulkanik terbawa aliran air hujan.
Masyarakat dan wisatawan diimbau tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya dan selalu mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Semeru.
Advertisement