Dari Coretan di Tembok hingga Batik Lukis, Perjalanan Seni Anak Disabilitas Surabaya
Selembar kain putih menjadi media bagi Qurrota'Ain Rizky Cahyani atau akrab disapa Tata, untuk menuangkan kreativitasnya. Dengan kuas di tangan, anak yang mengikuti kegiatan di Rumah Anak Prestasi (RAP) Surabaya itu membuat karya batik lukis dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional.
RAP merupakan fasilitas yang dikembangkan Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sosial sejak 2022. Fasilitas tersebut menjadi wadah bagi anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan keterampilan dan kompetensi sesuai minat serta potensi masing-masing.
Kegiatan membatik bersama Tata digelar oleh The Alana Surabaya sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan potensi anak disabilitas. Melalui kegiatan tersebut, Tata mendapat ruang untuk mengekspresikan minat seninya sekaligus mengenal lebih dekat salah satu warisan budaya Indonesia yang diperingati setiap 2 Oktober.
Berbeda dengan proses membatik menggunakan canting, Tata mengaplikasikan motif pada kain menggunakan kuas. Aktivitas tersebut menjadi pengalaman baru sekaligus kesempatan bagi Tata untuk menyalurkan kemampuan menggambarnya melalui media seni yang berbeda.
Karya batik lukis yang dibuat Tata rencananya akan dipajang di area The Alana Surabaya setelah proses pengerjaannya selesai. Karya tersebut nantinya dapat dinikmati para tamu hotel sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas Tata.
Keputusan untuk memajang karya tersebut juga membawa pesan yang lebih luas. The Alana Surabaya ingin menunjukkan bahwa setiap individu memiliki potensi yang layak mendapatkan ruang untuk berkembang, berkarya, dan diapresiasi.
Ketertarikan Tata terhadap dunia seni sebenarnya telah terlihat sejak usia dini. Sang ibu, Beta Ami, menuturkan bahwa minat menggambar Tata mulai terlihat ketika masih duduk di bangku taman kanak-kanak.
Saat itu, berbagai benda di sekitar rumah dapat menjadi media bagi Tata untuk menuangkan imajinasinya. Kertas, kardus, hingga tembok rumah tidak luput dari coretan dan gambar yang dibuatnya.
Seiring bertambahnya usia, keluarga berupaya mencari lingkungan yang dapat mendukung minat dan bakat Tata. RAP Surabaya kemudian menjadi salah satu ruang bagi Tata untuk berkarya, mengeksplorasi minat, serta mengembangkan kemampuannya melalui berbagai kegiatan.
Bagi keluarga, keberadaan RAP memberikan ruang yang berarti bagi perkembangan Tata. Dukungan terhadap minatnya di bidang seni diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dirinya sekaligus membuka kesempatan lebih luas untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
Kemampuan Tata dalam bidang seni juga telah membuahkan prestasi. Pada 21β25 Agustus 2024, Tata meraih penghargaan Best Line Master kategori usia 10β13 tahun dalam ajang We Are The World Event di Jakarta, berdasarkan informasi prestasi yang disampaikan kepada pihak hotel.
Prestasi tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan Tata dalam menekuni dunia seni dan menunjukkan bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk terus berkarya.
General Manager The Alana Surabaya, Fabio P. Simorangkir, mengatakan, kegiatan membatik tersebut menjadi momentum untuk mengapresiasi potensi anak disabilitas sekaligus merayakan kekayaan seni dan budaya Indonesia.
βMelalui kegiatan membatik dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak disabilitas untuk mengekspresikan kreativitas dan menunjukkan potensi yang mereka miliki,β kata Fabio.
Menurutnya, setiap anak memiliki keunikan dan bakat masing-masing yang perlu mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan diapresiasi.
βKami memilih untuk memajang karya batik lukis Tata di The Alana Surabaya setelah proses pengerjaannya selesai sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan hasil karyanya. Kami berharap karya ini nantinya dapat dinikmati para tamu sekaligus mengingatkan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berkarya, berkembang, dan memberikan inspirasi bagi lingkungan sekitarnya,β ujarnya.
Sementara itu, Beta Ami berharap minat dan bakat Tata di bidang seni dapat terus berkembang. Ia juga berharap masyarakat semakin terbuka dalam memberikan kesempatan kepada Tata dan anak-anak disabilitas lainnya untuk menunjukkan kemampuan mereka.
βKami berharap Tata dapat semakin diterima oleh masyarakat dan karya-karyanya semakin dikenal. Semoga ke depannya Tata bisa terus berkarya sesuai dengan bakat dan minatnya, memiliki kesempatan untuk bekerja di bidang yang disukainya, serta tumbuh menjadi anak yang mandiri dan sukses,β ungkap Beta.
Advertisement