Oseltamivir Bukan Obat Batuk Pilek Biasa, Ini Penjelasan Dokter
Penyakit influenza atau flu ringan umumnya tidak memerlukan penanganan medis yang kompleks. Sebagian besar kasus influenza dapat sembuh dengan sendirinya atau bersifat self-limiting disease.
Karena itu, penggunaan obat antivirus tidak ditujukan untuk seluruh penderita flu. Obat antivirus seperti Oseltamivir lebih diprioritaskan bagi pasien dengan gejala berat maupun kelompok rentan yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi.
Dokter Spesialis Paru RSPI Sulianti Saroso, dr. Pompini Agustina Sitompul, mengatakan influenza pada umumnya dapat sembuh secara alami tanpa intervensi medis yang rumit.
βPenyakit ini sebenarnya gejalanya cukup bervariasi dan bisa sembuh sendiri. Penyakit ini baru menjadi berat pada kelompok-kelompok tertentu,β kata Pompini dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Senin 28 September 2026.
Oseltamivir Bukan untuk Batuk Pilek Biasa
Pompini menjelaskan, obat antivirus Oseltamivir tidak diindikasikan untuk mengatasi batuk pilek biasa atau common cold.
Menurut dia, obat tersebut dapat diberikan pada kasus influenza dengan kondisi berat, terutama ketika pasien mengalami gangguan pernapasan yang membutuhkan bantuan oksigen.
βPada kasus-kasus berat yang ditandai adanya gejala batuk sesak napas yang memerlukan bantuan oksigen, pada kasus berat itulah baru bisa diberikan Oseltamivir,β jelasnya.
Pompini menambahkan, penelitian menunjukkan efektivitas Oseltamivir pada kasus influenza ringan relatif kecil. Karena itu, penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi dan indikasi medis pasien.
βPenelitian menunjukkan pemberian Oseltamivir pada kasus ringan efektivitasnya kecil,β lanjut Pompini.
Dengan demikian, masyarakat tidak dianjurkan menggunakan obat antivirus secara mandiri hanya karena mengalami gejala batuk dan pilek.
Penggunaan Oseltamivir Perlu Sesuai Indikasi
Ahli Farmakologi, dr. Dewi Selvina Rosdiana, juga mengingatkan pentingnya penggunaan Oseltamivir sesuai indikasi medis.
Menurut Dewi, penggunaan obat tersebut tanpa pertimbangan yang tepat dapat meningkatkan risiko efek samping, terutama pada anak.
Ia menyebut penggunaan Oseltamivir tanpa indikasi yang tepat dapat meningkatkan risiko muntah pada anak hingga 1,6 kali lebih tinggi.
Karena itu, orang tua perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum memberikan obat antivirus kepada anak yang mengalami gejala influenza.
Anak Batuk Pilek Sebaiknya Istirahat di Rumah
Selain pengobatan, pencegahan penularan menjadi hal penting, terutama ketika influenza menyerang anak-anak.
Dokter Spesialis Anak RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr. Mulya Rahma Karyanti, Sp.A(K), mengimbau orang tua tidak membawa anak yang sedang mengalami batuk dan pilek ke sekolah.
Menurut Karyanti, anak yang tetap beraktivitas di sekolah ketika sedang sakit berpotensi menularkan virus kepada anak-anak lain yang dalam kondisi sehat.
βUntuk anak-anak yang lagi batuk pilek, sebaiknya tidak ke sekolah dulu, sebaiknya dia istirahat. Karena kalau dia ke sekolah, dia akan menularkan ke anak-anak sehat sekitarnya,β ujar Karyanti.
Selain membatasi aktivitas di luar rumah, orang tua juga dianjurkan memisahkan peralatan makan yang digunakan penderita flu dari anggota keluarga lainnya.
Anak juga perlu diajarkan etika batuk yang benar, yakni menutup mulut dan hidung menggunakan siku lengan bagian dalam ketika batuk atau bersin.
Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko penularan virus influenza yang dapat menyebar melalui droplet atau percikan saat seseorang batuk dan bersin.
Vaksinasi Influenza Jadi Salah Satu Pencegahan
Untuk pencegahan jangka panjang, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merekomendasikan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Selain PHBS, vaksinasi influenza tahunan juga dapat menjadi salah satu langkah pencegahan. Vaksin influenza dapat diberikan mulai usia 6 bulan hingga orang dewasa sesuai rekomendasi dan kondisi masing-masing.
Masyarakat juga perlu menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, serta membatasi kontak dengan orang lain ketika sedang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.
Kasus Influenza Masih Terkendali
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Dirjen Penanggulangan Penyakit (P2) Kemenkes, Andi Saguni, meluruskan mengenai peningkatan kasus flu yang terjadi saat ini.
Menurut Andi, peningkatan kasus influenza berkaitan dengan siklus musiman, terutama kondisi pancaroba dan kemarau panjang.
Ia memastikan kapasitas rumah sakit masih dalam kondisi aman dan terkendali. βBerdasarkan pantauan secara langsung, pasien yang masuk melalui IGD cenderung masih sama. Kasus influenza masih sekitar 10 persen dari total pasien di IGD, cenderung sama dengan hari-hari sebelumnya,β pungkas Andi.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat tetap diimbau waspada terhadap gejala influenza, tetapi tidak perlu melakukan pengobatan secara berlebihan. Pada kasus ringan, istirahat dan perawatan yang sesuai dapat membantu proses pemulihan, sedangkan pasien dengan gejala berat atau kelompok berisiko perlu mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Advertisement