Vaksin Rabies Gratis Jadi Pilihan Pemilik Hewan, 120 Dosis Disiapkan
Kesempatan mendapatkan vaksin rabies secara gratis dimanfaatkan sejumlah pemilik hewan peliharaan untuk kembali memberikan perlindungan kesehatan bagi anjing dan kucing mereka.
Layanan tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Hari Rabies Sedunia Selasa, 29 September 2026, di Kantor Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Jawa Timur di Jalan Raya Juanda, Sidoarjo. Layanan ini menyediakan sebanyak 120 dosis vaksin.
Bagi sebagian pemilik hewan, layanan gratis menjadi kesempatan untuk kembali melakukan vaksinasi yang sebelumnya tidak rutin dilakukan.
Salah satunya Maya Noya yang membawa dua anjing peliharaannya dalam layanan vaksinasi tersebut. Maya mengaku kedua anjingnya sudah pernah mendapatkan vaksin ketika masih kecil. Namun, vaksinasi berikutnya tidak dilakukan secara rutin karena hewan peliharaannya lebih banyak berada di rumah dan jarang dibawa keluar.
βDulu waktu kecilnya sering vaksin. Sekarang sudah enggak karena ini enggak pernah keluar. Kemarin dapat WA, akhirnya saya inisiatif untuk vaksin lagi,β kata Maya.
Kesempatan vaksinasi gratis itu juga menjadi pertimbangan tersendiri bagi Maya. Menurut dia, vaksinasi secara mandiri membutuhkan biaya sekitar Rp200.000 atau lebih, tergantung layanan yang diberikan.
βKalau untuk vaksin ini sekitar Rp200.000-an. Ini kan lumayan ya dapat free,β ujarnya.
Maya berharap kegiatan serupa tidak hanya digelar pada momentum tertentu. Menurutnya, layanan vaksinasi gratis cukup membantu pemilik hewan, terutama mereka yang tetap ingin menjaga kesehatan hewan peliharaan tetapi mempertimbangkan biaya vaksinasi.
βRutin sering diadakan vaksin ini, jadi lumayan, sangat membantu,β katanya.
Vaksinasi Penting Cegah Rabies Menular ke Manusia
Ketua Ikatan Dokter Hewan Karantina Indonesia (IDHKI), Drh. Apris Beniawan, M.Si., menjelaskan, vaksinasi rabies bukan hanya berkaitan dengan kesehatan hewan peliharaan. Vaksinasi juga menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penularan penyakit yang bersifat zoonosis atau dapat ditularkan dari hewan kepada manusia.
Menurut Apris, rabies merupakan penyakit yang berbahaya karena dapat berakibat fatal apabila tidak mendapatkan penanganan secara cepat.
βSangat penting karena dia fatal. Kalau tidak ada penanganan cepat, bisa menyebabkan kematian pada manusia. Karena sifatnya zoonosis, bisa menular ke manusia,β kata Apris.
Karena itu, edukasi mengenai vaksinasi rabies dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan. Peringatan Hari Rabies Sedunia dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, tetapi sosialisasi tidak seharusnya berhenti setelah kegiatan tersebut selesai.
βKita berharap tidak hanya di momentum Hari Rabies Dunia. Kita mengajak Pemda dan mitra swasta untuk menyosialisasikan pentingnya kesehatan hewan melalui vaksinasi rabies,β ujarnya.
Apris menambahkan, biaya vaksinasi yang dilakukan secara mandiri tidak dapat dipukul rata. Tarifnya dapat berbeda karena dipengaruhi merek serta jenis vaksin yang digunakan.
βAda vaksin single, double single, dan triple. Itu beda-beda, tergantung merek dan kualitas vaksinnya,β jelasnya.
Selain jenis vaksin, jadwal pemberian vaksin juga disesuaikan dengan usia dan jenis hewan. Beberapa vaksin dapat diberikan dengan interval enam bulan untuk hewan berusia muda, sedangkan vaksin tertentu diberikan setahun sekali.
βAda yang enam bulan sekali untuk umur muda, ada yang setahun sekali. Tergantung jenis hewannya, tetapi untuk kucing kebanyakan satu tahun sekali,β katanya.
Advertisement