Sapa Warga Jombang, Bupati Fawait Ajak Anak Muda Jadi Petani
Bupati Jember, Muhammad Fawait mengajak generasi muda terjun dalam sektor pertanian agar regenerasi petani tidak terputus. Ajakan tersebut disampaikan Gus Fawait saat berkunjung ke Kecamatan Jombang, dalam program Gus'e Menyapa, pada Minggu, 09 November 2025.
Gus Fawait dalam acara yang digelar di Balai Desa Keting, Kecamatan Jombang, itu bertemu langsung dengan puluhan ketua kelompok tani dari berbagai desa. Dalam dialognya dengan para petani, Gus Fawait menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi Jember.
“Acara ini murni untuk mendapatkan masukan langsung dari para kelompok tani. Kita tahu Jember pernah jadi juara produktivitas padi. Maka kita minta saran apa saja yang dibutuhkan petani agar bantuan dari pemerintah bisa benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Gus Fawait menyebut, sepanjang 40 tahun terakhir baru kali ini Jember menerima jumlah bantuan pertanian terbanyak, mulai dari alat dan mesin pertanian (alsintan) hingga infrastruktur pendukung seperti irigasi dan optimalisasi lahan.
“Kami sudah merealisasikan banyak bantuan, termasuk alsintan dan pembangunan infrastruktur pertanian. Tapi supaya tidak salah sasaran, kami perlu dengar langsung dari petani apa yang benar-benar dibutuhkan,” tambahnya.
Selain membahas pemetaan kebutuhan, Gus Fawait juga menyoroti persoalan harga pupuk bersubsidi. Gus Fawait mengingatkan para petani agar tidak segan melapor jika menemukan harga jual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Sekarang pupuk subsidi sudah diturunkan dan jumlahnya juga banyak. Kalau ada yang menjual di atas harga tertinggi, laporkan saja lewat saluran Wadul Gus’e, nanti akan kami bantu koordinasi dengan aparat,” tegasnya.
Selain itu, Gus Fawait menyoroti pentingnya regenerasi petani. Menurutnya, kelompok tani saat ini masih didominasi oleh kalangan usia lanjut, sementara anak muda jarang terlibat langsung di lapangan.
Atas kondisi tersebut, Gus Fawait meminta kepala desa, camat, dan kelompok tani agar mengaktifkan kembali kelompok yang tidak aktif, dan melibatkan anak muda.
"Kalau kelompok taninya hanya diisi yang sepuh-sepuh, nanti regenerasinya putus. Kita butuh anak muda yang cepat tanggap ketika ada program baru,” tambahnya.
Gus Fawait optimistis, jika pemetaan kebutuhan dilakukan dengan benar dan anak muda mulai terlibat aktif, maka bantuan dari Pemerintah Pusat, Pemprov Jatim, hingga Pemkab Jember bisa lebih tepat sasaran dan membawa kesejahteraan bagi petani.
“Komitmen Presiden Prabowo dan pemerintah pusat untuk memajukan pertanian sudah sangat jelas. Sekarang tugas kita memastikan bantuan itu dijaga dan dimanfaatkan dengan baik,” pungkasnya.