Siapkan 253 Paket, Pemkab Jember Kebut Perbaikan Jalan Berlubang
Pemerintah Kabupaten Jember mengebut proyek infrastruktur strategis yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Sejumlah pembangunan yang ditargetkan selesai dalam waktu dekat adalah perbaikan jalan dan saluran irigasi.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Jember, Jupriono, dalam bidang pembangunan infrastruktur Pemkab Jember menyiapkan 253 paket perbaikan jalan dan 28 proyek irigasi. Program tersebut akan diselesaikan secara bertahap hingga akhir tahun dan terus berlanjut sesuai rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2025β2030.
Menurut Jupriono, sektor infrastruktur menjadi kunci dalam menggerakkan ekonomi masyarakat Jember, terutama dalam konektivitas antarwilayah dan peningkatan hasil pertanian.
βKita sedang dan akan menyelesaikan 253 paket perbaikan jalan hingga akhir tahun. Jalan ini urat nadi perekonomian Jember, jadi tidak boleh dibiarkan rusak,β katanya, Sabtu, 8 November 2025 malam.
Jupriono menambahkan, perbaikan jalan dan irigasi tetap berjalan di musim penghujan, termasuk pekerjaan rutin berupa penambalan jalan sepanjang 98.500 meter persegi oleh tim Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air.
βArtinya, kita menjaga jalan-jalan agar tetap layak dan tidak berlubang. Kami juga perlu masukan dari masyarakat dan media jika menemukan jalan rusak. Silakan lapor ke Wadul Gusβe,β ujarnya.
Selain pembangunan jalan, Pemkab Jember juga memprioritaskan sektor pertanian. Jupriono menargetkan produksi gabah kering giling (GKG) mencapai satu juta ton melalui peningkatan jaringan irigasi yang dikerjakan secara kolaboratif.
βAda 28 paket irigasi yang akan kami kolaborasikan dengan pemerintah pusat dan provinsi. Mereka juga sudah memiliki program di Jember, jadi kita sinergikan,β jelasnya.
Untuk memastikan pekerjaan berjalan tepat sasaran, Pemkab Jember terus berkoordinasi dengan Dinas PU Provinsi Jawa Timur dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) di Bangsalsari, terutama untuk perbaikan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi dan nasional.
βKalau kewenangannya kabupaten, langsung kita tangani oleh tim URC BMSDA. Tapi kalau milik provinsi atau nasional, kita lakukan koordinasi dan kolaborasi penanganan,β imbuhnya.
Program infrastruktur ini akan dijalankan secara bertahap hingga 2030, selaras dengan RPJMD Jember. Setiap kunjungan lapangan bupati dalam program Bunga Desaku dan Gusβe Menyapa akan digunakan untuk menghimpun data konkret usulan masyarakat.
Sebelumnya, Bupati Jember Muhammad Fawait mengajak seluruh pengurus RT dan RW menjadi garda terdepan dalam mengawasi pembangunan di daerah.
βDengan gotong royong dan pengawasan masyarakat, kita harap pembangunan infrastruktur berjalan transparan, merata, dan berdampak langsung bagi kebangkitan ekonomi Jember,β pungkasnya.
Advertisement