Pernah Disinggahi Bung Karno, Hotel Rembangan Jember Jadi Destinasi Wisata Sejarah Favorit
Hotel Rembangan terletak di lereng pegunungan Argopuro, sekitar 20 menit perjalanan dari pusat Kota Jember. Hotel Rembangan yang memiliki usia cukup tua masih berdiri megah di kawasan wisata Puncak Rembangan dengan ketinggian 650 mdpl. Keindahan Hotel Rembangan berpadu sempurna dengan keindahan alam tropis dan nilai sejarah yang masih hidup hingga kini.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jember Bobby Arie Sandy, mengatakan, Hotel Rembangan bukan sekadar destinasi wisata alam, tetapi juga menjadi bagian penting dari napas sejarah dan identitas Kabupaten Jember. Sejak awal didirikan pada tahun 1937, Rembangan telah menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting, termasuk kunjungan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.
Berdasarkan dokumen sejarah, Bung Karno pernah menginap di Kamar Melati Nomor 1, kamar bersejarah yang hingga kini masih terawat dengan baik.
βKalau kita bicara Rembangan, ini banyak kenangan pastinya. Bangunannya sudah ada sejak tahun 1937. Bahkan pada tahun 1950-an, Bung Karno pernah singgah dan menginap di Kamar Melati Nomor 1. Kamar itu sampai sekarang masih utuh, terjaga keasliannya, dan pemandangannya luar biasa indah,β ujarnya, Rabu, 15 Oktober 2025.
Boby menambahkan Rembangan merupakan kawasan puncak yang strategis dan mudah dijangkau. Meskipun dekat dengan kota, Rembangan menyajikan suasana pegunungan yang sejuk dengan panorama kota Jember di malam hari yang penuh cahaya.
Selain panorama alam, udara sejuk, dan bangunan kolonial yang masih lestari, Rembangan juga menawarkan akomodasi lengkap mulai dari penginapan klasik, agrowisata, hingga fasilitas rekreasi keluarga. Pengunjung juga dapat menikmati kolam renang, kebun buah, hingga spot foto berlatar perbukitan hijau yang menawan.
βKalau di Jakarta orang pergi ke Bogor, atau di Surabaya ke Batu, masyarakat Jember cukup ke Rembangan saja. Aksesnya dekat, hanya 20β30 menit dari pusat kota,β tambahnya.
Lebih jauh Bobby mengatakan, pihaknya saat ini terus memperkuat branding Rembangan sebagai wisata sejarah berkelas nasional dengan strategi promosi digital dan kolaborasi lintas sektor. Kunjungan wisatawan juga terus meningkat seiring dengan perbaikan akses jalan dan promosi yang konsisten.
βRembangan adalah simbol warisan budaya yang hidup. Kami ingin menjadikannya destinasi unggulan yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyentuh sisi sejarah dan kebanggaan masyarakat Jember,β pungkasnya.
Sementara itu, salah satu staf resepsionis Rembangan, Wawan, menyebut, Kamar Melati Nomor 1 menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan atmosfer masa lalu. Banyak tamu dari luar kota, bahkan pejabat, yang ingin menginap di kamar itu, karena menganggap kamar tersebut adalah kamar yang sakral.
βKami menganggapnya kamar yang sakral, karena dulu pernah ditempati Bung Karno. Struktur dindingnya masih asli dari kayu jati, dan sebagian besar interior tetap dipertahankan seperti dahulu,β ungkapnya.
Advertisement