Rajin Cuci Tangan, Langkah Sederhana Cegah Penyakit Menular
Memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia yang jatuh setiap15 Oktober, Direktur RSUD Sidoarjo Barat, dr. Abdillah Segaf Alhadad, mengajak masyarakat untuk membiasakan diri mencuci tangan sebagai langkah sederhana namun sangat efektif dalam mencegah penyebaran penyakit. Menurut dr. Abdillah, tangan merupakan media utama penularan kuman dan virus penyebab berbagai penyakit.
“Dengan tangan yang bersih, kita dapat mencegah penyebaran infeksi seperti diare, flu, hingga infeksi saluran pernapasan,” ujarnya, Kamis, 16 Oktober 2025.
Ia menambahkan, mencuci tangan juga berperan penting dalam melindungi diri dari paparan kuman yang bisa masuk ke tubuh melalui mulut, hidung, atau mata.
“Tangan sering menyentuh wajah dan makanan. Jika tidak bersih, kuman akan mudah masuk ke tubuh,” jelasnya.
Kebiasaan mencuci tangan, lanjut dr. Abdillah, tidak hanya melindungi individu, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
“Jika budaya cuci tangan ini dilakukan secara kolektif, lingkungan sekitar akan jauh lebih higienis,” tuturnya.
Selain itu, kedisiplinan mencuci tangan juga dapat membantu mengurangi risiko resistensi antibiotik.
“Dengan mencegah penyakit yang sebetulnya bisa dihindari tanpa antibiotik, kita turut menekan penggunaan obat antibiotik secara berlebihan,” ungkapnya.
Ia pun mengingatkan masyarakat tentang momen penting mencuci tangan, seperti sebelum dan sesudah makan, setelah menggunakan kamar mandi, setelah membuang sampah, menyentuh hewan, serta sebelum dan sesudah merawat orang sakit.
“Cuci tangan sebelum dan sesudah makan itu wajib. Begitu juga setelah dari kamar mandi atau merawat pasien, karena di situ risiko penularan kuman sangat tinggi,” tegasnya.
dr. Abdillah berharap, momentum Hari Cuci Tangan Sedunia menjadi pengingat bahwa kesehatan dapat dimulai dari kebiasaan kecil, yakni mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
“Langkah sederhana ini bisa menyelamatkan banyak orang dari penyakit yang tidak perlu terjadi,” pungkasnya.