Kemenparekraf Dorong Pelaku Wisata Melek Digital
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus memperkuat kapasitas pelaku wisata di daerah melalui pelatihan digital marketing. Langkah ini dinilai penting agar promosi pariwisata Indonesia semakin efektif dan menjangkau pasar global.
Analis Kebijakan Ahli Muda Kemenparekraf, Emi Irmawati, mengatakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Diseminasi Pemasaran Pariwisata Digital merupakan wujud sinergi antara pemerintah pusat dengan DPR RI dalam mempercepat transformasi digital sektor pariwisata.
βBimtek ini kami selenggarakan untuk membekali pelaku pariwisata dalam memasarkan produk wisata melalui media sosial. Ini bagian dari kolaborasi antara Kemenparekraf dan Komisi VII DPR RI agar pelaku wisata daerah mampu bersaing di era digital,β ujar Emi dalam kegiatan yang digelar di salah satunya hotel di Sidoarjo, Selasa, 14 Oktober 2025.
Menurut Emi, kemampuan promosi digital menjadi kunci utama dalam membangun citra positif destinasi wisata di mata dunia. Ia menilai, banyak potensi wisata di daerah yang belum terekspos maksimal karena keterbatasan kemampuan pemasaran secara daring.
Bimtek ini diikuti oleh 75 peserta dari berbagai daerah, mencakup pelatihan strategi pemasaran digital hingga pembuatan konten kreatif untuk promosi wisata.
βKami berharap pelatihan ini dapat melahirkan lebih banyak digital talent pariwisata yang mampu mengangkat potensi lokal, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif,β imbuh Emi.
Melalui bimtek ini, diharapkan tercipta ekosistem pariwisata modern, inklusif, dan berdaya saing global. Transformasi digital di sektor pariwisata diyakini akan membuka peluang ekonomi baru dan mendorong pertumbuhan pariwisata berkelanjutan di seluruh daerah Indonesia.
Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS), yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menilai, keberhasilan promosi wisata juga harus didukung oleh akses transportasi publik yang terintegrasi dengan destinasi wisata.
βTransportasi publik yang efisien menjadi faktor penting agar wisatawan domestik dan mancanegara tertarik berkunjung. Negara tetangga sudah punya sistem transportasi yang langsung terkoneksi dengan destinasi wisata, ini yang perlu kita kembangkan,β ujar BHS.
Politisi asal Dapil Jawa Timur I itu juga mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk hotel, restoran, dan pelaku ekonomi kreatif untuk aktif menjadi corong promosi wisata lokal.
Dukungan positif juga datang dari Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo, Yudhi Irianto. Ia menyambut baik upaya sinergi antara DPR RI dan Kemenparekraf yang dinilai mampu memperkuat promosi wisata daerah.
βKegiatan seperti ini bisa menumbuhkan ekonomi kreatif baru dan memperkenalkan kembali potensi wisata Sidoarjo agar lebih dikenal luas,β kata Yudhi.
Yudhi menambahkan, dengan pertumbuhan sektor kuliner dan hotel berbintang yang terus meningkat, Sidoarjo siap menjadi salah satu destinasi pendukung wisata Jawa Timur.
βAda 15 hotel berbintang tiga di Sidoarjo yang bisa menjadi media promosi wisata daerah. Jika dikolaborasikan dengan konten kreator, dampaknya pasti luar biasa,β ujarnya.
Advertisement