Proyek Jalan Nasional Kembali Rusak Pipa PDAM Probolinggo
Aktivitas proyek preservasi jalan nasional, Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Panglima Sudirman, Kota Probolinggo kembali mengakibatkan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) jebol, Selasa, 9 Desember 2025. Akibatnya, ribuan pelanggan PDAM di Kota Probolinggo kesulitan mendapatkan air bersih.
βTiba-tiba pasokan air PDAM mati, informasinya karena pipa PDAM kembali tergencet alat berat proyek jalan nasional,β ujar Eko, pelanggan PDAM di Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.
Hal senada diungkapkan Yudi, yang mengaku jengkel dengan penyebab macetnya pasokan air PDAM.
βKok terus-terusan, dulu di awal November, pipa PDAM jebol terkena bego (back hoe, Red.), sekarang pipa PDAM kena bego lagi. Ini yang bego siapa?β katanya.
Proyek preservasi jalan termasuk trotoar di Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Panglima Sudirman senilai sekitar Rp40 miliar dikerjakan kontraktor pelaksana PT. Tri Jaya Cipta Makmur, Lamongan. Awal November 2025 lalu, proyek tersebut merusak sedikitnya 50 titik jaringan pipa PDAM.
βIni menunjukkan, proyek jalan nasional itu tidak berkoordinasi dengan instansi lain seperti, PDAM,β kata Heri Poniman, anggota DPRD Kota Probolinggo.
Seperti diketahui di sepanjang jalan nasional itu terbenam jaringan pipa PDAM. Sisi lain, pihak proyek main gali jalan untuk membuat saluran drainase plus trotoar di atasnya.
Terkait kembali jebolnya pipa PDAM akibat proyek jalan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR PKP) Kota Probolinggo, Setyorini Sayekti mengaku, minta maaf atas buruknya kinerja kontraktor.
βSejak awal kontraktor memang tidak mengetahui peta jaringan pipa PDAM,β ujarnya.
Rini, panggilan akrab panggilan akrab Setiorini Sayekti menambahkan, hingga kini tidak diketahui persis peta jaringan pipa PDAM. Bahkan, karyawan PDAM sendiri tidak mengetahui detail letak pipa-pipa lama terutama yang ditanam semasa kolonial Belanda.
βPernah, ada info, pipa PDAM letaknya di suatu kawasan cukup dalam tetapi ketika digali dengan alat berat, teryata dangkal,β ujarnya.
Ke depan, kata Rini, kontraktor diminta lebih berhati-hati dalam bekerja. Hal itu untuk menghindari kerugian lebih lanjut akibat proyek fisik preservasi jalan nasional di Kota Probolinggo.
Advertisement