Guiding Block Proyek Jalan di Probolinggo Terhalang Tiang
Proyek preservasi jalan dan trotoar yang sebelumnya disoroti karena merusak sedikitnya 50 titik jaringan Perusahaaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Probolinggo, kembali disoroti publik. Kali ini karena proyek senilai sekitar Rp40 miliar yang memasang jalur pemandu taktil berupa ubin (guiding block) bagi penyandang disabilitas itu pemasangaannya dinilai kurang pas.
Jalur pemandu berupa ubin berpola tekstur khusus itu menabrak sejumlah tiang penerangan jalan umum (PJU) dan pangkal pohon. Sebenarnya, guiding block itu bertujuan membantu penyandang disabilitas khususnya disabikitas netra agar bisa berjalan dengan lebih aman, mandiri dan mengenali arah.
Sesuai pengamatan pada Minggu, 7 Desember 2025, tampak jelas guiding block di jalur pedestrian Jalan Soekarno-Hatta tepatnya, di sebelah timur lampu merah (traffic light) antara Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Soekarno Hatta itu menabrak tiang.
Tidak hanya satu, di beberapa titik di Jalan Panglima Sudirman, juga terlihat guiding block menabrak tiang telepon dan pohon. Hal ini berpotensi membahayakan bagi penyandang disabilitas netra karena bisa menabrak (kejedot) tiang.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemumikan (Pupuk) Kota Probolinggo, Setiorini Sayekti, mengatakan, akan disampaikan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
βKami akui, memang ada di beberapa titik di jalur pedestrian, ada guiding block yang menabrak tiang. Tetapi hal ini sudah dikoordinasikan dengan PPK. Nanti, tiang tersebut akan dibongkar dan dipindah,β ujar Rini, panggilan akrab Setiorini Sayekti kepada wartawan, Minggu.
Sementara itu Ketua Komii III DPRD Kota Probolinggo, Mukhlas Kurniawan, yang dihubungi terpisah mengaku, sudah menerima laporan serupa. Yakni, sejumlah ruas guiding block yang menabrak tiang dan pohon.
βTentu laporan masyarakat menjadi bahan evaluasi bagi Komisi III DPRD,β kata politisi Partai Golkar itu.
Bukan sekali ini saja proyek preservasi jalan nasional, Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Panglima Sudirman, Kota Probolinggo bermasalah. Sebelumnya, pada awal November 2025 lalu, proyek yang dikerjakan kontraktor pelaksana PT. Tri Jaya Cipta Makmur, Lamongan itu merusak sedikitnya 50 titik jaringan pipa PDAM. Akibatnya, sebagian besar pelanggan PDAM berteriak-teriak karena pasokan air bersih macet.
Seperti diketahui, proyek perbaikan jalan termasuk jalur pedestrian di sepanjang jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Panglima Sudirman Kota Probolinggo menjadi tanggungjawab Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian PUPR. Proyek dimulai 24 September dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2025 mendatang.
Advertisement