Laut Probolinggo Bercerita, Ada Duka hingga Raih Sehat
Insiden tewasnya pengunjung Pantai Mayangan, Kota Probolinggo akibat tenggelam tidak menyurutkan minat warga untuk berkunjung. Setiap hari, ratusan orang bahkan terkadang bisa ribuan orang datang untuk berendam di Pantai di pesisir utara Kota Probolinggo.
Memang pasca-meninggalnya seorang remaja akibat tenggelam di pantai, Jumat, 5 Desember 2025, pengamanan di kawasan pelabuhan itu diperketat. Polisi meningkatkan patroli, terutama saat pagi dan sore hari saat banyak pengunjung datang untuk berendam di laut.
"Kami selalu memberikan imbauan para pengunjung lebih berhati-hati saat berendam dan berenang di pelabuhan,β kata Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Rico Yumasri, melalui Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah, Sabtu, 6 Desember 2025.
Polres Probolinggo Kota juga meminta pengelola wisata Kumkum meningkatkan kewaspadaan, pendampingan, dan pengawasan pada para pengunjung, agar tidak berenang di luar batas aman.
βKami berharap, mudah-mudahan tidak ada lagi pengunjung yang mengalami kecelakaan seperti tengelam,β kata AKBP Rico.
Seperti diketahui, sehari sebelumnya, seorang pelajar, Moch. Yanuar Indra Pamungkas, 16 tahun berdama sejumlah temannya berwisata ke Pelabuhan Mayangan, Jumat, 5 Desember 2025. Saat berenang, diduga karena kram, Indra tenggelam di laut.
Terapi Kesehatan
Ternyata berendam di laut untuk tujuan terapi kesehatan memang diakui di dunia medis. Namanya, Thalassotherapy yakni, penggunaan terapeutik dari air laut, produk laut seperti ganggang, rumput laut, dan lumpur laut, dan bahkan iklim laut untuk meningkatkan kesehatan, kebugaran, dan kecantikan.
Thalassotheraphy berasal dari bahasa Yunani βThalassaβ (laut) dan βtherapyβ (mengobati), diciptakan oleh dokter dari Prancis, dr Jacques de la BonnardiΓ¨re pada tahun 1860 silam.
Daily Mail merilis, sejak dulu mandi air laut dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Para dokter sering menyarankan pasien-pasiennya pergi ke laut guna menyembuhkan berbagai penyakit.
Air laut dipercaya mengandung berbagai mineral di antaranya, sodium, klorida, sulfat, magnesium, dan kalsium. Karena itu, mandi di laut sangat dianjurkan buat mereka yang memiliki masalah kulit, seperti eksim, psoriasis, serta kondisi yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh.
Berenang di air laut yang mengandung garam juga baik buat penderita alergi rumput kering, sinusitis, dan masalah pernapasan. Air laut juga bersifat menenangkan, meditatif, dan mampu mengurangi stres, seperti dilansir dari.
Bila berenang dalam air yang kondisinya dingin, reseptor temperatur di bawah kulit akan aktif, lalu melepaskan beberapa hormon, seperti adrenalin, endorfin, dan kortisol, sehingga memicu peningkatan produksi dopamin dan serotonin.
Sering berendam di air yang dingin juga akan meningkatkan kekebalan tubuh dan mengurangi gejala radang sendi. Mandi air laut disebut juga dengan balneotherapy.
Seorang dokter Inggris di abad ke-18, Richard Russel, bahkan menganjurkan untuk meminum air laut. Tapi kondisi air laut sekarang tentu tak sebaik tiga abad lalu karena makin tingginya polusi.
Pengunjung Membeludak
Entah sejak kapan tradisi berendam di kawasan Pelabuhan Mayangan tepatnya di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan, Kota Probolinggo bermula. Yang jelas, tempat kumkum itu kini popular tidak hanya di lokal Probolinggo.
Dipromosikan dari mulut ke mulut, juga melalui media sosial, hingga media massa, tempat kumkum di sisi barat PPP Mayangan itu banyak dikunjugi warga. Ratusan warga Probolinggo yang tergabung dalam Surya Citra Bahari (SCB) itu rutin berendam di laut baik pagi maupun sore hari.
Bahkan di akhir pekan, sejumlah mobil berplat luar Probolinggo tampak parkir di βlandasan kumkumβ di PPP Mayangan. Istilah βlandasan kumkumβ itu berasal dari anggota SCB untuk menyebut bibir pantai yang memanjang, tempat mereka keluar-masuk ke laut.
βMasa pandemi menjadi penyemangat bagi anggota SCB untuk kumkum di laut. Dengan badan yang segar karena kumkum, insya-Allah bisa terhindari dari Covid-19,β kata Didik Sukarsidi, salah satu pengurus SCB, Minggu, 10 Oktober 2021.
Awalnya pihak Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Jatim melalui UPT PPP Mayangan sempat melarang warga beraktivitas di luar fungsi pelabuhan perikanan, akhir 2019 silam. Termasuk aktivitas kumkum dilarang dilakukan di kawasan PPP Mayangan.
Belakangan UPT PPP Mayangan membolehkan warga berendam di kawasan pantai. Bahkan sejumlah pejabat (eksekutif dan legislatif) dari DPR RI, Pemprov Jatim, hingga Pemkot Probolinggo ikut kumkum.
Advertisement