Kebakaran TNBTS Masuk Hari Kelima, Api Hanguskan 90 Hektare Lahan
Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, terus meluas. Api dilaporkan telah merambah ke arah Kabupaten Malang dengan total area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 90 hektare pada Jumat 7 Agustus 2026.
Memasuki hari kelima penanganan, kebakaran tidak hanya melanda wilayah Kabupaten Lumajang dan Probolinggo, tetapi juga telah meluas ke sebagian kawasan Kabupaten Malang.
Proses pemadaman masih berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur gabungan. Namun, upaya pengendalian api menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi medan yang sangat curam dengan tingkat kemiringan mencapai 80 hingga 90 derajat.
Selain itu, vegetasi yang mudah terbakar seperti cemara gunung, mentigen, akasia, semak belukar, serta tiupan angin kencang membuat kobaran api terus merambat ke area lain.
Kebakaran Ancam Ekosistem TNBTS
Kebakaran berdampak terhadap ekosistem Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang selama ini menjadi habitat berbagai jenis vegetasi khas pegunungan.
Beberapa tanaman yang terdampak antara lain rerumputan, Cemara Gunung, Pasang, Mentigi, Tutup, Edelweiss, hingga Akasia. Vegetasi tersebut merupakan bagian penting dari ekosistem kawasan konservasi TNBTS.
Hingga kini, petugas terus berupaya mencegah api meluas ke kawasan lain yang memiliki nilai konservasi tinggi.
Tim Gabungan Terus Berupaya Memadamkan Api
Pemadaman dilakukan oleh personel gabungan yang terdiri dari Balai Besar TNBTS, Manggala Agni, Korps Marinir, PPGST, Saver, Masyarakat Peduli Api (MPA), masyarakat Desa Ranupani dan Desa Ngadas, serta didukung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan TNI-Polri.
Seluruh unsur terus memperkuat koordinasi untuk mempercepat pengendalian kebakaran di lapangan.
TNBTS Ditutup Sementara
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ditutup sementara sejak Senin 3 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB hingga waktu yang belum dapat ditentukan.
"Penutupan diberlakukan sejak Senin tanggal 3 Agustus 2026 mulai pukul 22.00 WIB sampai dengan batas waktu yang belum bisa ditentukan. Kami mengimbau kepada masyarakat, pengunjung, dan pelaku jasa wisata agar menjaga Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dari kebakaran hutan dengan memperhatikan penggunaan api demi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bersama," ujar Rudijanta.
Penutupan sementara dilakukan demi keselamatan wisatawan sekaligus memberi ruang bagi tim gabungan untuk fokus melakukan proses pemadaman.
Pemadaman Masih Berlangsung
Sebelumnya, , kebakaran di kawasan TNBTS belum berhasil dipadamkan. Saat itu, luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 10 hektare dari Rabu 5 Agustus 2026 .
Dalam dua hari terakhir, api terus meluas akibat kondisi cuaca dan medan yang sulit dijangkau, sehingga area terdampak kini diperkirakan mencapai sekitar 70 hektare.
Petugas gabungan masih bersiaga di sejumlah titik untuk mencegah kobaran api semakin meluas dan berharap kondisi cuaca mendukung agar proses pemadaman dapat segera dituntaskan.
Advertisement