Kunjungi Probolinggo, Mendikdasmen Resmikan Fasilitas Pendidikan dan Masjid
Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu’ti mengunjungi Probolinggo, Sabtu, 17 Januari 2026. Menteri yang juga Sekjen PP Muhammadiyah itu meresmikan Masjid Al Qasem dan gedung kuliah bersama di kampus Institut Ahmad Dahlan (IAD) Kota Probolinggo.
Masjid megah senilai sekitar Rp4 miliar itu sumbangan Dr. Usamah dari Salsabila Group, yang juga hadir saat peresmian masjid.
"Masjid ini untuk masyarakat umum di sekitar kampus. Ramadhan nanti akan kami gunakan untuk program Camp Ramadhan yang diikuti 1.000 siswa di Probolinggo," kata Rektor IAD, Dr. Benny Prasetya.
IAD yang berkibar sejak tiga tahun lalu memiliki sekitar 2.500 mahasiswa.
"Sebenarnya, cikal bakal IAD sudah dirintis sejak 13 tahun silam, dengan lokasi berpindah-pindah termasuk menempati panti asuhan," ungkap Benny.
Mendikdasmen mengapresiasi pesatnya perkembangan IAD di Kota Probolinggo. Diapun berterima kasih kepada Dr. Usamah yang menyumbang pendirian Masjid Al Qasem.
Apresiasi serupa diungkapkan Walikota Probolinggo, dr. Aminuddin.
"Semoga IAD segera menjadi universitas pertama di Kota Probolinggo," harapnya.
Masih di hari yang sama, sebelumnya, Sabtu pagi Mendikdasmen menghadiri resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 di SD Muhammadiyah 1 Paiton.
Mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, kegiatan tersebut dirangkai dengan peresmian sejumlah fasilitas pendidikan dan rumah ibadah milik Muhammadiyah di Kabupaten Probolinggo.
Adapun fasilitas yang diresmikan meliputi, KB-TK ABA Leces, Gedung KB-TK ABA 4 Paiton, SD Muhammadiyah Kreatif Kraksaan, Masjid Mujahidin Paiton, Masjid Al-Khobar Banyuanyar, serta Masjid Raisul Anwar Kotaanyar.
Selain itu, Mendikdasmen juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan aula SD Muhammadiyah 1 Paiton.
Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen didampingi di antaranya, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menyampaikan, apresiasi tinggi atas kehadiran Mendikdasmen. Bupati menilai kunjungan tersebut menjadi suntikan semangat bagi penguatan dunia pendidikan di daerah.
“Kehadiran Bapak Menteri merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami dan menjadi energi positif dalam upaya memajukan pendidikan di Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.
Bupati Haris memaparkan sejumlah tantangan pembangunan daerah. Mulai persoalan kemiskinan, rendahnya rata-rata lama sekolah, hingga isu stunting serta kesehatan ibu dan anak.
"Kolaborasi dengan Muhammadiyah dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan,” tambahnya.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah yang secara konsisten memberikan manfaat nyata bagi umat dan bangsa, bahkan sejak sebelum Indonesia merdeka.
Menurutnya, dakwah Muhammadiyah diwujudkan melalui kerja konkret di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial.
“Muhammadiyah hadir bukan sekadar sebagai nama organisasi, tetapi sebagai gerakan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Mendikdasmen juga mengingatkan pentingnya kesalehan sosial di tengah era digital, di mana kontribusi nyata dinilai jauh lebih bermakna dibandingkan sekadar popularitas di media sosial.
Dia mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk terus memperkuat peran sebagai komunitas yang mandiri, berdaya, dan berkontribusi nyata bagi kesejahteraan bangsa. Walaupun tidak selalu besar secara jumlah, kontribusi Muhammadiyah harus selalu terasa.
“Sinergi dengan pemerintah daerah menjadi kekuatan besar dalam membangun pendidikan dan masyarakat yang lebih sejahtera,” pungkasnya.