Empat Hal Penting Bulan Sya'ban, Amalan dan Keistimewaan
Bulan Syaโban, merupakan bulan khusus menjelang hadirnya bulan Ramadhan. Terdapat sejumlah Amalan dan Keutamaan yang dianjurkan.
Guna memahami lebih rinci soal bulan Sya'ban, berikut terdapat empat catatan penting yang bisa diperhatikan.
1.Definisi Syaโban
Imam Ibnu Manzhur Rahimahullah menjelaskan dalam Lisanul โArab:
ุฅููู ุง ุณูู ูููู ุดูุนุจุงูู ุดูุนุจุงูู ูุฃููู ุดูุนูุจู ุฃูู ุธูููุฑู ุจูู ุดูููุฑููู ุฑู ุถุงูู ูุฑูุฌูุจู ูุงูุฌู ุน ุดูุนูุจุงูุงุชู ูุดูุนุงุจูููู
Dinamakan Syaโban, karena saat itu dia menampakkan (menonjol) di antara dua bulan, Ramadhan dan Rajab. Jamaknya adalah Syaโbanat dan Syaโabin. (Lisanul โArab, 1/501)
Dia juga bermakna bercabang (asy-Syaโbu) atau berpencar (At-Tafriq), karena banyaknya kebaikan pada bulan itu. Kebiasaan pada zaman dahulu, ketika bulan Syaโban mereka berpencar mencari sumber-sumber air.
2.Dianjurkan Banyak Berpuasa
Bulan Syaโban adalah bulan mulia yang disunnahkan bagi kaum muslimin untuk banyak berpuasa. Hal ini ditegaskan dalam hadits shahih berikut:
Dari โAisyah Radhiallahu โAnha, katanya:
ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุตููู ู ุญูุชููู ููููููู ููุง ููููุทูุฑู ููููููุทูุฑู ุญูุชููู ููููููู ููุง ููุตููู ู ููู ูุง ุฑูุฃูููุชู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ุงุณูุชูููู ููู ุตูููุงู ู ุดูููุฑู ุฅููููุง ุฑูู ูุถูุงูู ููู ูุง ุฑูุฃูููุชููู ุฃูููุซูุฑู ุตูููุงู ูุง ู ููููู ููู ุดูุนูุจูุงูู
โDahulu Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam berpuasa sehingga kami mengatakan dia tidak pernah berbuka, dan dia berbuka sampai kami mengatakan dia tidak pernah puasa. Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam menyempurnakan puasanya selama satu bulan kecuali Ramadhan, dan saya tidak pernah melihat dia berpuasa melebihi banyaknya puasa di bulan Syaโban.โ (HR. Bukhari No. 1868)
Dari โAisyah Radhiallahu โAnha juga, katanya:
ููู ู ูููููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุตููู ู ุดูููุฑูุง ุฃูููุซูุฑู ู ููู ุดูุนูุจูุงูู
โNabi shallallahu โalaihi wa sallam belum pernah berpuasa dalam satu bulan melebihi puasa pada bulan Syaโban.โ (HR. Bukhari No. 1869)
Inilah bukan yang paling banyak Nabi shallallahu โalaihi wa sallam berpuasa sunah. Tetapi, beliau tidak pernah berpuasa sebulan penuh kecuali puasa Ramadhan.
3.Apa sebab dianjurkan puasa Syaโban?
Pada bulan Syaโban amal manusia di angkat kepada Allah Taala. Maka, alangkah baik jika ketika amal kita diangkat, saat itu kita sedang berpuasa.
Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda:
ุดุนุจุงู ุจูู ุฑุฌุจ ูุฑู ุถุงู ูุบูู ุงููุงุณ ุนูู ุชุฑูุน ููู ุฃุนู ุงู ุงูุนุจุงุฏ ูุฃุญุจ ุฃู ูุง ูุฑูุน ุนู ูู ุฅูุง ูุฃูุง ุตุงุฆู
โBulan Syaโban, ada di antara bulan Rajab dan Ramadhan, banyak manusia yang melalaikannya. Saat itu amal manusia diangkat, maka aku suka jika amalku diangkat ketika aku sedang puasa.โ (HR. An-Nasai, 1/322 dalam kitab Al-Amali. Status hadits: Hasan (baik). Lihat As-Silsilah Ash-Shahihah No. 1898. Lihat juga Tamamul Minnah Hal. 412. Dar Ar Rayyah)
4.Adakah Keutamaan Malam Nishfu Syaโban?
Ya, sebagaimana diriwayatkan oleh banyak sahabat nabi, bahwa Beliau bersabda:
ูุทูุน ุงููู ุชุจุงุฑู ู ุชุนุงูู ุฅูู ุฎููู ูููุฉ ุงููุตู ู ู ุดุนุจุงู ุ ููุบูุฑ ูุฌู ูุน ุฎููู ุฅูุง ูู ุดุฑู ุฃู ู ุดุงุญู
โAllah Taala menampakkan diri-Nya kepada hamba-Nya pada malam nishfu Syaโban, maka Dia mengampuni bagi seluruh hamba-Nya, kecuali orang yang musyrik atau pendengki.โ (Hadits ini Diriwayatkan oleh banyak sahabat nabi, satu sama lain saling menguatkan, yakni oleh Muadz bin Jabal, Abu Tsaโlabah Al-Khusyani, Abdullah bin Amr, โAuf bin Malik, dan โAisyah. Lihat Syaikh Al-Albani, As-Silsilah Ash Shahihah, 3/135, No. 1144. Darul Maโarif. Juga kitab beliau Shahih Al-Jamiโ Ash Shaghir wa Ziyadatuhu, 2/785. Al-Maktab Al-Islami. Namun, dalam kitab Tahqiq Misykah Al-Mashabih, justru Syaikh Al-Albani mendhaifkan hadits ini, Lihat No. 1306, tetapi yang lebih kuat adalah shahih karena banyaknya jalur periwayatan yang saling menguatkan)
Hadits ini menunjukkan keutamaan malam nishfu Syaโban (malam ke 15 di bulan Syaโban), yakni saat itu Allah โAzza wa Jalla mengampuni semua makhluk kecuali yang menyekutukan-Nya dan para pendengki.
Maka wajar banyak kaum Muslimin mengadakan ritual khusus pada malam tersebut baik shalat atau membaca Al-Quran, dan ini pernah dilakukan oleh sebagian tabiโin dan generasi setelahnya, seperti Makhul, Ishaq bin Rahawaih, dan lain-lain, di mana mereka mengatakan ini bukanlah bidโah.
Tetapi, dalam hadits ini โjuga hadits lainnya- sama sekali tidak disebut adanya ibadah khusus tersebut pada malam itu, baik shalat, membaca Al-Quran, atau lainnya.
Oleh, karena itu, wajar pula sebagian kaum muslimin menganggap itu adalah hal yang bidโah (mengada-ngada dalam agama), seperti yang dikakatakan Ima Athaโ bin Abi Rabbah, para ulama Madinah, dan lainnya.
Maka, menghidupkan malam nishfu Syaโban dengan berkumpul di masjid dan surau untuk melakukan ibadah tertentu adalah perkara yang diperselisihkan para ulama sejak masa tabiโin. Namun yang pasti Rasulullah dan para sahabat tidak pernah melakukannya.
Hendaknya setiap muslim berlapang dada dan toleran terhadap perbedaan ini, dan mengikuti sunah adalah lebih baik bagi siapa pun. Agar keluar dari perselisihan pendapat dan perpecahan.
Semoga bermanfaat. Wallahu a'lam.
Sumber: http://www.dakwatuna.com dan aswajanucenterjawatimur.or.id
Advertisement