Niat Sholat Rebo Wekasan: Hukum, Amalan, dan Pandangan Ulama
Besok, tepatnya pada Rabu, 20 Agustus 2025, umat Islam akan memasuki Rebo Wekasan atau Rabu terakhir di bulan Safar 1447 H. Dalam tradisi masyarakat Muslim, hari ini diyakini sebagai waktu turunnya bala dan bencana, sehingga sebagian orang melakukan amalan khusus seperti shalat sunnah Rebo Wekasan untuk memohon perlindungan Allah SWT.
Namun, benarkah ada niat sholat Rebo Wekasan yang diajarkan dalam Islam? Bagaimana hukum melaksanakan shalat ini menurut para ulama?
Hukum Sholat Rebo Wekasan Menurut Ulama
Dalam kitab Iβanah at-Thalibin, Syekh Abu Bakar Syatha menjelaskan bahwa tidak ada dalil kuat mengenai niat khusus untuk shalat Rebo Wekasan. Oleh karena itu, sejumlah ulama menilai bahwa amalan ini tidak memiliki landasan syariat yang jelas.
Ustadz Mubasysyarum Bih dalam tulisannya tentang Hukum Shalat Rebo Wekasan menegaskan, ulama bahkan mengharamkan beberapa shalat yang tidak memiliki dasar kuat, seperti:
Shalat Raghaib di awal Rajab
Shalat Nishfu Syaβban
Shalat Asyuraβ
Shalat Kafarat akhir Ramadhan
Meski begitu, ada sebagian ulama yang menyiasati hal ini dengan menganjurkan shalat sunnah mutlak tanpa niat khusus Rebo Wekasan.
Pandangan Berbeda Ulama tentang Rebo Wekasan
Syekh Abdul Hamid Al-Quds
Dalam kitab Kanzun Najah Was-Surur fi Fadhail Al-Azminah was-Syuhur, beliau menyarankan agar siapa pun yang ingin melaksanakan shalat di hari Rebo Wekasan cukup meniatkan shalat sunnah mutlak, tanpa bilangan rakaat tertentu.KH Hasyim Asyβari
Pendiri NU ini berpandangan lebih tegas. Beliau menilai bahwa meski niat diganti dengan sunnah mutlak, tetap tidak diperbolehkan. Menurutnya, hadits yang menjadi dasar shalat sunnah mutlak tidak bisa dijadikan hujjah untuk melegalkan shalat Rebo Wekasan.KH M. Djamaluddin Ahmad (PP Bahrul Ulum Tambak Beras, Jombang)
Dalam kitab Risalatil Badiβah, beliau mencantumkan amalan Rebo Wekasan berupa shalat sunnah 4 rakaat dengan niat shalat sunnah mutlak, serta bacaan surat tertentu pada setiap rakaat.
Niat Sholat Rebo Wekasan (Sunnah Mutlak)
Bagi yang tetap ingin beribadah di hari Rebo Wekasan, sebagian ulama memperbolehkan melakukannya sebagai shalat sunnah mutlak dengan bacaan niat:
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΨ§Ψ©Ω Ψ³ΩΩΩΩΨ©Ω Ω
ΩΨ·ΩΩΩΩΩΨ§ ΩΩΩΩΩ°ΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ
Nawaitu shalata sunnatin mutlaqan lillahi taβala
Artinya: βSaya niat shalat sunnah mutlak karena Allah Taβala.β
Bacaan Surat dalam Shalat Rebo Wekasan (Versi Amalan)
Dalam setiap rakaat, dianjurkan membaca:
Al-Fatihah 1x
Al-Kautsar 17x
Al-Ikhlas 5x
Al-Falaq 1x
An-Naas 1x
Kesimpulan
Hukum niat shalat Rebo Wekasan masih menjadi perdebatan di kalangan ulama. Sebagian melarang karena tidak ada dalil yang kuat, sementara sebagian lainnya memperbolehkan dengan menggantinya sebagai shalat sunnah mutlak.
Bagi umat Islam, yang terpenting adalah memperbanyak doa, dzikir, serta amalan kebaikan di hari Rebo Wekasan. Sebab, perlindungan dari Allah SWT tidak terbatas pada satu amalan tertentu, melainkan melalui keikhlasan dan ketakwaan kita sehari-hari.
Advertisement