CRISIS OF TRUST
Crisis of trust (krisis kepercayaan) adalah keadaan ketika warga-negara dan kelompok sosial tak lagi yakin, bahwa aktor atau institusi publik akan bertindak kompeten, jujur, adil, dapat diprediksi, dan berpihak pada kepentingan publik.
So, krisis ini bukan hanya masalah masyarakat tak percaya pemerintah. Tapi, merupakan krisis relasional dan struktural antara negara, institusi, dan warga-negara. Dengan kata lain, crisis of trust dapat dipandang sebagai indikator keretakan sekaligus erosi legitimasi negara.
Penyebab fundamental dari crisis of trust adalah kesenjangan sistemik antara apa yang dijanjikan institusi negara dan apa yang dialami masyarakat.
Ketika negara menjanjikan keadilan, kesejahteraan, pelayanan, keamanan, dan non-diskriminatif; Namun, masyarakat berulang kali merasa diperlakukan dan atau mengalami hal yang sebaliknya, maka pasti akan terbentuk jurang ketidakpercayaan terhadap institusi negara. Dan, masalah menjadi semakin berat, karena era digital memungkinkan masyarakat lebih cepat melihat kontradiksi antara narasi resmi negara dengan pengalaman nyata warga masyarakat.
Dampak struktural dari crisis of trust itu terhadap negara-bangsa bisa sangat menakutkan, yaitu berupa compliance erosion. Dalam hal ini, warga masyarakat yang kehilangan kepercayaan pada institusi negara tak lagi menganggap aturan sebagai norma yang mengikat secara moral. Tapi, akan menganggapnya sebagai beban represif. Akibatnya, akan terjadi penurunan kepatuhan sukarela, meluasnya ekonomi bayangan, serta meningkatnya resistensi sosial terhadap kebijakan negara.
Dampak lain adalah berupa institutional paralysis. Dalam hal ini, crisis of trust memicu fragmentasi ekstrem, di mana identitas politik atau kelompok menggantikan rasionalitas kebijakan. Pemerintah dapat menjadi lumpuh, karena setiap kebijakan yang dikekuarkan akan langsung ditolak oleh faksi oposisi atau publik yang apatis.
Dampak berikutnya adalah kerentanan terhadap populisme otoriter. Di mana ruang hampa kepercayaan publik membuka jalan bagi pemimpin populis yang mengeksploitasi narasi rakyat vs elit koruptor, dengan janji solusi instan yang justru mendegradasi institusi demokrasi.
Secara absolut tak mungkin dapat dibantah perihal pentingnya mengatasi crisis of trust. Dan, mengacu best-practices beberapa negara-bangsa di dunia, maka ada tiga cara yang diyakini paling efektif untuk mengatasi crisis of trust dalam konteks negara-bangsa era sekarang.
Cara pertama adalah mengubah negara-bangsa dari promise-based governance menjadi performance-based governance. Dalam hal ini, trust harus dibangun lewat pengalaman nyata warga masyarakat. Karena itu, negara-bangsa perlu membangun sistem yang membuat efektifitas dan kualitas pemerintahan dapat dirasakan. Tak kalah pentingnya adalah kesediaan pemerintah mengakui kesalahan dan memperbaikinya. Ini akan sangat membantu meningkatkan trust.
Cara kedua adalah membuka ruang partisipasi struktural langsung di luar pemilu berkala. Seperti misalnya, membentuk majelis warga yang dipilih secara acak, untuk memberi masukan terkait kebijakan strategis nasional. Jika publik dilibatkan langsung dalam formulasi kebijakan, maka rasa memiliki dan kepercayaan terhadap kebijakan publik akan terjaga secara signifikan.
Cara ketiga adalah mengubah transparansi dari sekadar janji politik menjadi standar teknologis yang terintegrasi. Misalnya, penerapan open data architecture, audit algoritma publik, serta pengawasan berbasis AI yang independen. Mekanisme semacam ini memastikan alokasi sumber-daya publik dan proses pengambilan keputusan dapat diverifikasi secara real-time oleh publik.
Dengan keseluruhan uraian di atas, kiranya dapat disimpulkan, bahwa trust bukanlah modal psikologis yang dapat diminta atau dipaksakan dari warga masyarakat. Tapi, trust adalah output dari kualitas struktur kelembagaan, pengalaman warga masyarakat, dan ekosistem pengetahuan negara-bangsa.
Berhal demikian, maka crisis of trust pada dasarnya bukanlah krisis komunikasi negara-bangsa. Namun, lebih merupakan krisis kemampuan negara-bangsa untuk membuktikan, bahwa kekuasaannya layak dipercaya. Nah !๐ฎ๐ฉ
Penulis: (Haryadi - Lab45, 8 Okt 2026)
Advertisement