Aktivitas Gunung Semeru Sepekan: 13 Kali Erupsi, Awan Panas dan Rekomendasi Waspada
Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup tinggi dalam sepekan terakhir Selasa 19 Mei 2026. Gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu tercatat mengalami belasan kali erupsi, termasuk letusan yang disertai awan panas pada Senin sore.
Gunung Semeru yang berada pada posisi geografis Latitude -8.108 dan Longitude 112.92 itu mengalami erupsi pada Senin 19 Mei 2026 pukul 14.38 WIB.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, menyebutkan erupsi terjadi namun tinggi kolom abu tidak dapat diamati karena kondisi puncak tertutup kabut.
โTelah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 14.38 WIB, namun tinggi kolom abu tidak teramati karena tertutup kabut,โ ujarnya dalam laporan tertulis.
Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 3 menit 53 detik. Selain itu, letusan juga disertai awan panas, meskipun jarak luncurnya belum dapat dipastikan karena visual gunung tertutup kabut.
Sebelumnya, Semeru juga tercatat mengalami erupsi pada pukul 07.40 WIB. Visual letusan tidak teramati, tetapi aktivitas vulkanik terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi gempa selama 115 detik.
Aktivitas Semeru Sepekan Ini
Dalam laporan pengamatan selama sepekan, kondisi visual Gunung Semeru terpantau jelas hingga tertutup kabut level 0-III. Asap kawah tidak teramati, dengan cuaca berkisar cerah hingga mendung dan angin bertiup lemah ke arah tenggara.
Data kegempaan menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup intens, meliputi:
13 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-22 mm dan durasi 75-181 detik.
1 kali gempa guguran dengan amplitudo 2 mm dan durasi 123 detik.
4 kali gempa hembusan dengan amplitudo 2-8 mm dan durasi 50-81 detik.
3 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 4-40 mm, S-P 13-16 detik, dan durasi 33-95 detik.
Rekomendasi untuk Warga dan Pendaki
Masyarakat di sekitar lereng Semeru diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya erupsi, terutama awan panas, guguran lava, hingga aliran lahar.
Berikut rekomendasi resmi yang perlu diperhatikan:
Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Di luar radius tersebut, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
Warga dan pendaki tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru karena rawan lontaran material pijar.
Masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan banjir lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama di kawasan Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak sungai dari Besuk Kobokan.
Aktivitas vulkanik Semeru yang masih fluktuatif membuat masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana diminta terus mengikuti informasi resmi dari petugas pengamatan gunung api dan pemerintah daerah.
Advertisement