8 Besi Penutup Drainase di Jalan Protokol Probolinggo Raib Dicuri
Aksi perusakan fasilitas umum (vandalisme) kembali terjadi di Kota Probolinggo. Kali ini sebanyak delapan besi penutup saluran drainase di dua ruas jalan protokol, Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Panglima Sudirman, raib dicuri.
Pencurian besi penutup gorong-gorong itu selain menimbulkan kerugian material juga berpotensi mengancam keselamatan pengguna jalan. Sebab hilangnya besi penutup itu mengakibatkan badan aspal menganga sehingga membahayakan bagi warga.
Berdasarkan pengamatan, besi penutup drainase yang hilang berjumlah delapan buah. Yakni, lima besi penutup di Jalan Panglima Sudirman dan tiga besi penutup di Jalan Soekarno-Hatta.
Sisi lain, keberadaan besi penutup drainase itu tergolong baru karena termasuk bagian dari proyek preservasi Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Panglima Sudirman. Proyek jalan dan trotoar yang didanai pemerintah pusat senilai sekitar Rp38 miliar itu diresmikan, Januari 2026 lalu.
Terkait raibnya selapan besi penutup drainase, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR PKP) Kota Probolinggo, Setiorini Sayekti, membenarkan.
βBenar, laporan yang kami terima ada delapan besi penutup drainase yang hilang. Padahal sebelumnya, kami sudah mengingatkan semua pihak agar menjaga fasilitas umum,β katanya.
Rini, panggilan akrab Setiorini Sayekti mengaku, sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mengungkap pelaku pencurian. DPUPR PKP juga sedang mencari rekaman Closed Circuit Television (CCTV) di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Panglima Sudirman.
βKami juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Jalan terkait kasus pencurian sejumlah besi penutup drainase tersebut,β ungkapnya.
Karena masih dalam masa pemeliharaan selama satu tahun, maka delapan besi penutup drainase yang hilang dicuri akan segera diganti.
βSaat ini masih dalam proses pemesanan," kata Rini.
Kasus pencurian besi penutup drainase bukan kasus pertama kali terjadi. Sebelumnya, kasus serupa pernah terjadi di ruas Jalan Suroyo, Kota Probolinggo, sekitar setahun lalu. Bahkan, akibat hilangnya besi penutup drainase di Jalan Suroyo mengakibatkan seorang warga terjerembab ke dalam drainase dan mengalami patah kaki kiri.
Advertisement