Tiga Dapur SPPG di Bondowoso Kena Sanksi Suspend, Ini Penyebabnya
Tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bondowoso, Jawa Timur, dikenai sanksi suspend atau penghentian sementara operasionalnya oleh BGN. Sanksi suspend terhadap tiga dapur SPPG ini karena masalah administrasi dan kelengkapan fasilitas.
"Tiga dapur SPPG di Bondowoso kena sanksi suspend dari BGN itu berlokasi di Kecamatan Curahdami, Wonosari, dan Tapen. Sanksi suspend terhitung sejak 14 September 2026" kata Koordinator SPPG Perwakilan BGN Bondowoso, M. Hasan Basri.
Sanksi suspend dikenakan terhadap tiga dapur SPPG tersebut, sambung dia, dua dapur SPPG karena belum memiliki SLHS (Sertifikat Laik Higiens Sanitasi) dari Dinas Kesehatan (Dinkes).
"Sedangkan satu dapur SPPG lagi disanksi suspend, karena fasilitas sarana dan prasarana belum memenuhi standar ditetapkan BGN," imbuhnya.
Hasan Basri menjelaskan, dua dapur SPPG yang disanksi suspend karena belum memiliki SLHS dapat beroperasi kembali, setelah SLHS-nya diterbitkan Dinkes. Sedangkan dapur SPPG yang bermasalah dengan fasilitas sarpras harus melakukan perbaikan dan menunggu proses pengajuan ke BGN untuk kembali beroperasi.
"Jadi begitu SLHS terbit bisa kembali beroperasi. Untuk fasilitas sudah diperbaiki, tunggu proses pengajuan ke BGN kemudian beroperasi kembali. Artinya lamanya sanksi suspend tergantung dapur SPPG menyelesaikan penyebab masalahnya,"jelasnya.
Sementara, Ketua Satgas MBG Bondowoso, As'ad Yahya Syafi'i, mengatakan, Pemkab Bondowoso melalui Satgas MBG selalu melakukan pengawasan dan mengevaluasi pelaksanaan program MBG di Bondowoso. Mulai dari standarisasi keberadaan dapur SPPG hingga menu makanan.
"Tujuannya untuk meningkatkan kualitas layanan MBG kepada penerima manfaat yang dilakukan semua dapur SPPG di Bondowoso. Makanya dalam evaluasi program MBG pada Senin 14 September 2026, salah satunya membahas tiga dapur SPPG disanksi suspend," kata As'ad Yahya yang juga Wabup Bondowoso ini.
Data BGN menyebutkan, sebanyak 81 dapur SPPG beroperasi Bondowoso hingga September 2026 dan menyerap sekitar 4 ribu tenaga kerja. Jumlah dapur SPPG ini melayani MBG mencapai 158.042 penerima manfaat terdiri siswa, 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita), dan lansia.
Advertisement