Sepekan Dihantam Gelombang, Tangkis di Giliketapang Jebol
Tangkis di sisi utara Pulau Gilieketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo ruksak akibat dihantam gelombang besar. Sudah sekitar sepekan angin disertai gelombang besar melanda kawasan peraian Laut Jawa.
βAkibat gelombang besar sejak Sabtu, 10 Januari 2026 lalu, tangkis sepanjang sekitar 500 meter di Pulau Giliketapang rusak,β ujar Kepala Desa Giliketapang, HM. Munir, Kamis, 15 Januari 2026.Β
Warga pun bergotong-royong memperbaiki tanggul yang jebol itu. Yakni, dengan cara meletakkan karung plastik (glangsing) yang diisi pasir di kawasan Pantai.
Β βKemarin, kami dibantu sebanyak 500 glangsing oleh BPBD Kabupaten Probolinggo,β ujar Kades Munir.
Beruntung tidak ada bangunan (rumah) yang rusak akibat gelombang besar tersebut. Namun, sebagian warga yang rumahnya di bibir Pantai mengaku, khawatir gelombang besar bisa sewaktu-waktu menghantam rumahnya.
Munir menjelaskan, dari lima dusun di Desa Giliketapang yakni, Mardiyan, Pesisir, Mujahidin, Krajan, dan Baiturrahman, gelombang paling besar menerpa dua dusun di sisi utara.
Β βDusun Mardiyan dan Dusun Pesisir yang terletak di sisi utara Pulau Giliketapang memang paling parah dihantam gelombang,β terangnya.
Sementara Dusun Mujahidin dan Dusun Krajan di sisi barat dan Dusun Baiturrahman di sisi timur, kata Munir, gelombangnya relatif lebih kecil.
Β βKalau sedang diguyur hujan seperti hari ini, gelombangnya kecil,β tambahnya.
Terjadinya gelombang besar juga diungkapkan Mohammad Junaidi, Koordinator Wilayah Kerja Giliketapang pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelabuhan Pengumpan Regional (PPR) Banyuwangi. βDalam beberapa hari ini memang terjadi gelombang besar di perairan Giliketapang. Syukurlah, lalu lintas laut yang menghubungkan Giliketapang β Probolinggo masih tetap berjalan meski harus ektra hati-hati,β katanya.
Junaidi pun mengimbau, para pemilik armada (perahu) penyeberangan Giliketapang β Pelabuhan Tanjung Termbaga Kota Probolinggo itu lebih berhati-hati.
Β βKalau dipandang gelombang terlalu besar, ya lebih baik perahu penyeberangan istirahat untuk sementara,β ungkapnya.
Gelombang besar juga berdampak pada aktivitas nelayan trasional yang biasa beroperasi di Laut Jawa. Sebagian besar nelayan di Giliketapang dan Probolinggo memilih beristirahat. βIstirahat dulu menunggu gelombang mereda,β ujar Hasan, nelayan di Probolinggo.
Advertisement