Persebaya Surabaya vs PSIM Jogja: Duel Panas Pembuka BRI Super ILeague 2025
Pekan pertama BRI Super ILeague 2025/2026 akan langsung menyajikan laga big match antara Persebaya Surabaya melawan PSIM Jogja. Duel sengit ini dijadwalkan berlangsung di markas Bajul Ijo, Stadion Gelora Bung Tomo, pada Jumat, 8 Agustus 2025.
Diprediksi, pertandingan ini akan menyajikan tensi tinggi mengingat kedua tim berambisi meraih kemenangan perdana. Kedua tim telah menunjukkan keseriusan dalam persiapan pramusim mereka.
Persebaya Optimis Tatap Musim Baru
Persebaya Surabaya baru saja merampungkan laga uji coba terakhirnya dalam Team Launching Game melawan PSS Sleman pada Sabtu malam 19 Juli 2025. Meskipun hanya meraih kemenangan tipis 1-0 berkat gol Bruno Moreira di menit ke-72, Pelatih Kepala Eduardo Perez mengaku puas dengan performa timnya.
"Atmosfer hari ini sangat bagus. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pendukung dan semua fans yang datang. Ini laga pramusim yang banyak hal positif,β ujar Coach Edu seusai pertandingan.
Gol tunggal Bruno Moreira yang lahir dari umpan terobosan Malik Risaldi ini menjadi modal berharga. Coach Edu optimis dengan komposisi skuad saat ini, yang memadukan pemain berpengalaman dan wajah baru, Persebaya mampu bersaing di papan atas Liga Super 2025/2026. Fokusnya kini adalah mengembalikan kondisi fisik pemain agar semakin prima.
"Kami punya pemain yang berpengalaman, juga sejumlah pemain baru yang datang. Dan bagi saya, skuad ini yang terbaik. Saya percaya pada semua pemain. Mereka menunjukkan setiap hari, mereka bisa bermain dengan luar biasa," jelasnya.
Kapten tim Persebaya, Bruno Moreira, juga menambahkan bahwa hasil positif ini meningkatkan kepercayaan diri tim. "Kami melakukan banyak hal yang baik, beberapa pergerakan berjalan lancar. Tapi tentu saja masih ada hal yang perlu diperbaiki. Namun kami di jalur yang benar," tandasnya.
PSIM Jogja Asah Kebugaran dan Sistem Permainan
Sementara itu, PSIM Jogja juga tak kalah intensif dalam persiapannya. Laskar Mataram baru saja melakoni laga persahabatan tertutup melawan Persis Solo di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Sabtu 19 Juli 2025.
Pelatih kepala PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel, menyoroti perbedaan performa timnya di dua babak. "Saya melihat dua babak yang berbeda. Saya pikir babak pertama, Solo sedikit lebih baik dari kami, dan babak kedua sebaliknya,β ungkap pelatih asal Belanda berusia 53 tahun tersebut.
Van Gastel mengakui sempat berkomunikasi dengan para pemain saat jeda pertandingan, yang kemudian menjadi kunci perubahan performa tim di babak kedua. "Saya berbicara dengan para pemain saat turun minum. Saya pikir kami tidak bermain dengan baik di babak pertama," tuturnya.
Meski demikian, ia memuji sikap positif yang ditunjukkan para pemain, terutama dalam hal kekompakan tim dan komunikasi. "Babak kedua jauh lebih baik. Mereka tetap bersatu, kami menciptakan beberapa peluang, dan bahkan kami seharusnya bisa menciptakan lebih banyak peluang,β jelasnya.
Ke depannya, Van Gastel akan fokus pada agenda latihan intensif untuk meningkatkan kebugaran dan memperbaiki sistem permainan. "Persiapannya adalah menjadi lebih bugar dan memperbaiki sistem," ucap Van Gastel, seraya menambahkan bahwa ia bersama staf pelatih akan segera menentukan starting XI untuk PSIM Jogja.
Sekilas Tentang PSIM Jogja: Sejarah dan Prestasi
PSIM atau Perserikatan Sepakbola Indonesia Mataram adalah salah satu klub sepak bola tertua di Indonesia, didirikan pada 5 September 1929 dengan nama awal Persatuan Sepakraga Mataram (PSM). Nama Mataram dipilih karena Yogyakarta merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Mataram saat itu. Nama PSM kemudian diubah menjadi PSIM pada 27 Juli 1930.
PSIM memiliki sejarah panjang di kancah sepak bola nasional. Mereka pernah menjadi juara kompetisi Perserikatan pada tahun 1932 setelah mengalahkan VIJ Jakarta (kini Persija Jakarta) di final. PSIM juga beberapa kali menjadi runner-up pada tahun 1931, 1939, dan 1940.
Pada 19 April 1930, PSIM bersama dengan beberapa klub besar lainnya seperti VIJ Jakarta (Persija Jakarta), BIVB Bandung (Persib Bandung), dan SIVB (Persebaya Surabaya) turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta.
Pertandingan pembuka antara Persebaya Surabaya dan PSIM Jogja ini dipastikan akan menjadi magnet bagi para pecinta sepak bola Indonesia. Siapa yang akan memulai musim dengan raihan positif? Mari nantikan di awal Agustus mendatang!
Advertisement