Peringati Hari Santri, ASN Banyuwangi Kenakan Pakaian Ala Santri Selama Sepekan
Dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Banyuwangi mengenakan pakaian ala santri. Kebijakan ini diberlakukan selama sepekan mulai Senin hingga Sabtu, 19 hingga 24 Oktober 2026.Β
Pelaksanaannya, ASN muslim laki-laki diwajibkan mengenakan sarung dan kemeja ala muslim, sedangkan ASN muslim perempuan mengenakan baju gamis muslimah. Sementara untuk ASN yang beragama lain menyesuaikan.
Selain itu, Pemkab Banyuwangi juga menggelar berbagai kegiatan dalam rangka peringatan Hari Santri. Diantaranya program Rembug Santri, Santri Mengajar, hingga pemeriksaan kesehatan bagi kalangan pesantren. Ada juga Festival Anak Sholeh, Pelatihan Masjid Affiliate, Santri Enterpreneur, dan puncaknya Upacara Hari Santri 22 Oktober.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan, kebijakan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap peran dan kontribusi para santri dalam perjuangan bangsa serta pembangunan daerah. Berbagai kegiatan digelar untuk memperingati Hari Santri.Β
"Hari Santri di Banyuwangi selalu diperingati dengan meriah di Banyuwangi. Kami juga mengajak karyawan pemkab untuk mengenakan pakaian ala santri,β kata Ipuk, Rabu, 21 Oktober 2026.
Berbagai kegiatan yang dilaksanakan merupakan bentuk penghargaan terhadap sejarah panjang perjuangan kalangan santri yang kontribusinya sangat besar dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.Β
Hari Santri, menurut Ipuk, bukan sekedar peringatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengingat nilai-nilai luhur yang diwariskan para ulama dan santri. Seperti semangat pengabdian, kejujuran, kerja keras dan cinta tanah air.
βNilai-nilai ini harus terus kita aktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari, nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk terus diterapkan oleh ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik,β ujarnya.
Advertisement