Penyaluran KUR BRI Jember Tembus Rp363,6 Miliar, Sektor Pertanian Serap Hampir 50 Persen
Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Bank Rakyat Indonesia Branch Office Jember mencapai Rp363,6 miliar hingga April 2026. Pembiayaan tersebut disalurkan kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di berbagai sektor produktif di wilayah Jember dan sekitarnya.
Branch Office Head BRI Jember, Adhitya Narotama mengatakan dari total penyaluran tersebut, sektor pertanian masih mendominasi. Nilainya mencapai sekitar Rp180 miliar atau 49,50 persen dari total KUR yang telah disalurkan. Pembiayaan mencakup usaha pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan hingga sektor jasa produktif lainnya yang menjadi penopang ekonomi masyarakat.
BRI menilai sektor produksi masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah sehingga membutuhkan dukungan akses pembiayaan yang berkelanjutan. Melalui KUR, pelaku usaha diharapkan mampu memperbesar skala usaha sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja.
“Ini merupakan upaya nyata BRI dalam mendukung perekonomian masyarakat di wilayah Jember melalui penyaluran pendanaan usaha,” ujarnya, Senin, 25 Mei 2026.
Menurut Adhitya, potensi usaha di wilayah Jember masih cukup besar, terutama di sektor pertanian dan komoditas pangan. Karena itu, BRI terus mendorong penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor yang memiliki dampak langsung terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.
Selain menyalurkan kredit, BRI juga melakukan pendampingan usaha dan edukasi finansial kepada debitur KUR. Pendampingan tersebut dilakukan agar pelaku usaha tidak hanya mendapatkan tambahan modal, tetapi juga mampu mengelola usaha secara berkelanjutan dan lebih adaptif terhadap perkembangan pasar.
BRI juga mulai mendorong pelaku UMKM memanfaatkan platform digital untuk memperluas pemasaran produk dan meningkatkan daya saing usaha di tengah perkembangan ekonomi berbasis teknologi.
“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM, tidak hanya berupa modal usaha saja tapi juga melalui pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya,” kata Adhitya.
Ia menambahkan, edukasi digital menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha mikro. Pelaku UMKM didorong lebih aktif memanfaatkan platform penjualan daring agar usaha yang dijalankan dapat berkembang dan naik kelas.
Dengan fokus pada sektor produktif dan pemberdayaan usaha masyarakat, BRI Branch Office Jember optimistis penyaluran KUR dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan UMKM di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.
“Kami optimistis penyaluran KUR dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan UMKM di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang,” pungkasnya.
Advertisement