Mahasiswa Penerima Beasiswa Cinta Bergema Diminta Jadi Duta Promosi Kabupaten Jember
Pemerintah Kabupaten Jember mengajak para mahasiswa penerima Beasiswa Cinta Bergema untuk ikut ambil peran dalam mempromosikan potensi daerah melalui media sosial. Para mahasiswa diharapkan bisa menjadi duta informasi digital, yang aktif menyebarkan konten positif tentang Jember, mulai dari sektor pariwisata, budaya lokal, hingga berbagai capaian pembangunan daerah.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Beasiswa Cinta Bergema yang digelar di Universitas PGRI Argopuro, pada 28 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti ratusan mahasiswa penerima beasiswa tahun anggaran 2025, yang dananya telah resmi dicairkan oleh Pemerintah Kabupaten Jember.
Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Tulus Wijayanto, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi yang sangat strategis dalam membangun citra daerah, terutama di era digital seperti sekarang.
“Mahasiswa hari ini adalah agen informasi. Apa yang mereka unggah di media sosial bisa menjangkau ribuan bahkan puluhan ribu orang. Karena itu, kami mengajak penerima Beasiswa Cinta Bergema untuk ikut mengenalkan potensi Kabupaten Jember,” ujar Tulus dalam sambutannya.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam promosi daerah bukanlah kebijakan yang muncul secara tiba-tiba. Sejak awal proses seleksi beasiswa, khususnya pada tahap wawancara, komitmen ini sudah disampaikan kepada para calon penerima.
“Dari awal sudah kami jelaskan bahwa beasiswa ini bukan hanya bantuan biaya pendidikan. Ada kontribusi balik yang diharapkan dari mahasiswa, salah satunya membantu menyebarkan informasi positif tentang Jember,” jelasnya.
Tulus juga menegaskan bahwa mahasiswa tidak perlu bingung atau khawatir kehabisan ide konten. Pemerintah Kabupaten Jember, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika serta Dinas Pendidikan, telah menyiapkan berbagai materi promosi yang bisa langsung digunakan.
“Kontennya sudah kami siapkan. Mahasiswa tinggal mengunggah melalui akun media sosial masing-masing. Caranya sederhana, tapi dampaknya bisa sangat besar jika dilakukan bersama-sama,” tambahnya.
Ia menilai, promosi daerah yang dilakukan secara masif dan berkelanjutan akan memberikan efek positif bagi citra Kabupaten Jember. Bahkan, dalam jangka panjang, hal ini diyakini bisa berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pariwisata.
“Kalau potensi wisata Jember semakin dikenal luas, orang akan datang. Ketika pariwisata bergerak, ekonomi ikut tumbuh, dan PAD juga akan meningkat,” ungkapnya.
Terkait intensitas unggahan, Tulus menyebut setiap mahasiswa memiliki komitmen yang berbeda-beda sesuai kesanggupan yang disampaikan saat seleksi. Namun, pihaknya sangat menganjurkan agar unggahan dilakukan secara rutin.
“Ada yang sanggup seminggu sekali, sebulan sekali, bahkan enam bulan sekali. Tapi kami sarankan minimal satu kali dalam seminggu. Semakin sering diposting, jangkauan promosinya juga semakin luas,” pungkasnya.