Nobar Film Teman Tegar Maira, MPR Ajak Anak Muda Jember Jaga Bumi
Menjaga lingkungan hidup tidak lagi sekadar menjadi wacana, tetapi telah menjadi kebutuhan mendesak di tengah ancaman krisis lingkungan yang semakin nyata. Pesan itulah yang disampaikan Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat melalui kegiatan nonton bareng film Teman Tegar Maira di Jember, Selasa malam, 16 Juni 2026.
Kegiatan yang diikuti generasi muda dan masyarakat tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang pembelajaran untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari tanggung jawab kebangsaan.
βMungkin kelihatan sederhana, nobar. Tapi sesungguhnya yang ingin saya tawarkan adalah kita bersama-sama masuk ke ruang yang lebih dalam, ruang untuk merenungkan hubungan kita dengan alam dan memahami kembali makna kita sebagai bagian dari bumi ini,β ujarnya.
Menurutnya, masa depan bangsa sangat ditentukan oleh bagaimana generasi saat ini memperlakukan lingkungan hidup. Karena itu, kepedulian terhadap alam harus menjadi bagian dari nilai-nilai yang diwariskan kepada generasi muda.
Lestari menjelaskan bahwa nilai-nilai kebangsaan yang selama ini dikenal melalui Empat Pilar tidak hanya berkaitan dengan kehidupan bernegara, tetapi juga mengandung pesan tentang pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan.
βHari ini marilah kita bersama-sama melihat bahwa nilai kebangsaan berbicara tentang bagaimana kita memperlakukan alam. Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga nilai hidup yang mengajarkan kita untuk tidak merusak lingkungan yang menjadi sumber kehidupan,β tegasnya.
Ia menilai konsep kemanusiaan yang adil dan beradab tidak dapat dipisahkan dari sikap menjaga alam. Sebab, manusia tidak bisa disebut beradab jika pada saat yang sama merusak ruang hidup yang menopang kehidupannya sendiri.
Lestari juga mengingatkan bahwa amanat UUD 1945 mengenai pemanfaatan sumber daya alam harus dimaknai untuk kemakmuran yang berkelanjutan, bukan hanya untuk kepentingan sesaat.
βKemakmuran yang sejati adalah kemakmuran yang bisa diwariskan kepada generasi baru. Jika ruang hidup bersama ini rusak, maka yang terganggu bukan sekadar lingkungan, tetapi keberlanjutan bangsa itu sendiri,β katanya.
Dalam kesempatan itu, Lestari menyoroti berbagai persoalan lingkungan yang kini semakin dirasakan masyarakat, mulai dari abrasi pantai, berkurangnya kawasan hutan, penurunan permukaan tanah hingga ancaman kenaikan muka air laut.
Menurutnya, dunia saat ini tidak lagi sekadar menghadapi perubahan iklim, tetapi telah memasuki fase krisis lingkungan yang berdampak langsung terhadap kehidupan manusia. Karena itu, generasi muda perlu mengambil peran sebagai bagian dari solusi.
βIni bukan hanya cerita, bukan hanya berita, tetapi kenyataan yang harus dijalani hari ini. Karena itu, film yang kita saksikan menjadi pembelajaran agar kita sadar bahwa kita bukan terpisah dari alam dan masa depan ditentukan oleh bagaimana kita menjaganya,β ujarnya.
Melalui film Teman Tegar Maira, masyarakat diajak melihat kembali hubungan manusia dengan alam serta memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi terhadap lingkungan dan kehidupan di masa depan.
Menutup sambutannya, Lestari menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban bersama demi menjaga keberlangsungan bangsa dan kehidupan generasi mendatang.
βMenjaga lingkungan bukan pilihan. Menjaga lingkungan adalah keharusan. Dan menjaga lingkungan adalah menjaga bangsa ini. Khusus bagi generasi muda, kalianlah yang akan menjadi penentu masa depan Indonesia,β tandasnya.
Sementara itu, Anggota MPR RI Fraksi NasDem, Charles Meikyansah menilai film Teman Tegar Maira membawa pesan kuat tentang persatuan, kecintaan terhadap alam, dan pentingnya kesadaran menjaga lingkungan sebagai sumber kehidupan.
Menurut Charles, Indonesia adalah satu kesatuan yang utuh, sehingga menjaga lingkungan di setiap daerah berarti menjaga masa depan bangsa secara keseluruhan.
βIndonesia punya Papua, Indonesia punya Jember, Indonesia punya Jawa Timur, dan kita adalah satu kesatuan yang bulat,β katanya.
Ia berharap pesan yang disampaikan melalui film tersebut mampu menginspirasi generasi muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan berani mengambil langkah nyata dalam menjaga kelestariannya.
βMari kita jaga alam kita, karena kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaganya. Alam ini memberikan kita hidup dan kehidupan, tetapi kadang-kadang kita lupa terhadap alam itu sendiri,β pungkasnya.
Advertisement