Ngabuburit di Jalan Lingkar Utara Lamongan. Ada Es Cincau hingga Masakan Jepang
Warga Lamongan dikenal memiliki jiwa berdagang yang kuat. Di mana ada lokasi strategis dan tidak dilarang untuk berjualan, mereka akan memanfaatkannya semaksimal mungkin. Salah satu contoh nyata adalah pemanfaatan lahan di sepanjang Jalan Lingkar Utara (JLU) yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian pembangunan.
JLU Jadi Pusat Kuliner Ramadan di Lamongan
Menjelang Ramadan, ruas jalan dua lintasan ini ramai oleh para pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan berbagai makanan dan minuman khas berbuka puasa. Tempat ini tidak hanya menjadi lokasi berburu takjil, tetapi juga spot favorit untuk ngabuburit, menunggu waktu berbuka puasa.
Berbagai macam kuliner khas tersedia di sini, mulai dari es degan, cincau, garbis, hingga es campur. Tak ketinggalan, penganan ringan dan makanan tradisional seperti kolak, cireng, serta penthol bakso turut meramaikan pilihan. Bahkan, ada juga makanan modern seperti onigiri khas Jepang yang berbahan dasar nasi.
Mbak Sri, seorang PKL asal Lamongan Kota, mengaku memanfaatkan momentum Ramadan untuk berjualan di JLU. "Mumpung puasa dan banyak yang ngabuburit di sini, jadi saya ikut jualan. Biasanya saya jualan di kampung," ujarnya.
Proyek Pembangunan JLU dan Manfaatnya
Sebagai informasi, JLU Lamongan yang membentang sepanjang kurang lebih 8 kilometer ini sedang dalam tahap penyelesaian. Pembangunan yang sudah berjalan hampir satu tahun ini ditargetkan rampung pada Maret 2025. Jalan ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan, terutama karena Lamongan memiliki dua lintasan rel kereta api yang sering menyebabkan antrean panjang kendaraan.
Nantinya, kendaraan besar akan dialihkan melewati JLU, sehingga lalu lintas di pusat kota bisa lebih lancar. Namun, sebelum dioperasikan secara resmi, JLU saat ini sudah menjadi tempat nongkrong favorit para anak muda, terutama saat sore hari. Sayangnya, ada juga yang menyalahgunakannya untuk balap liar.
Polsek Deket Perketat Patroli untuk Keamanan Ngabuburit
Meningkatnya aktivitas di JLU selama Ramadan membuat Polsek Deket lebih aktif melakukan patroli demi menjaga keamanan dan ketertiban. Kapolsek Deket, AKP Sri Iswati, menyatakan bahwa pihaknya rutin melakukan patroli setiap sore menjelang berbuka puasa untuk memastikan masyarakat bisa berburu takjil dengan aman.
"Kami ingin menciptakan situasi yang aman dan kondusif agar warga bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman. Selain itu, patroli juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar tidak mengganggu ketertiban umum," ungkapnya kepada Ngopibareng.id, Minggu, 2 Maret 2025.
Dengan adanya pengawasan ketat dari aparat kepolisian, diharapkan aktivitas ngabuburit di JLU tetap aman dan nyaman bagi semua pihak. Selain sebagai pusat kuliner Ramadan, JLU juga dapat menjadi sarana ekonomi bagi masyarakat sekitar yang ingin meraih rezeki di bulan penuh berkah ini.
Advertisement