Warga Nginden Rasakan Banjir Terparah di Surabaya
Banjir kembali melanda Kota Surabaya dampak dari hujan intensitas tinggi, Selasa 23 Juni 2026. Banjir juga kembali dirasakan oleh warga Nginden Intan Tengah.
Pantauan Ngopibareng.id pukul 11.00 WIB, banjir masih terlihat setinggi 40 cm atau sebetis orang dewasa. Lebih parah lagi banjir kali ini juga terjadi akses utama Nginden Intan dan masuk ke dalam rumah-rumah warga.
Salah satunya dialami oleh warga, Meiga Ridwan, 58 tahun. Ia mengarakan, hujan terjadi mulai pukul 02.00 WIB dini hari hingga pagi tadi.
Karena pembuangan air yang tidak baik membuat terjadinya banjir yang cukup tinggi. Air banjir masuk hingga ke dalam teras rumah, apalagi ketika ada kendaraan lewat memunculkan ombak bisa membuat air di dalam rumahnya semakin tinggi.
Ia pun berkali-kali menggunakan alat membuang air bercampur lumpur dan pasir dalam teras keluar. Menurutnya ini adalah banjir paling parah yang ia rasakan setelah tinggal selama 23 tahun.
"Saya di sini sejak 2003 tidak pernah seperti ini. Ini banjir paling parah. Biasanya musim hujan tidak seperti ini, ini saya heran bukan musim hujan kok sampai begini banjirnya," kata pria yang akrab disapa Ega itu.
Banjir yang ia rasakan kali ini juga berbeda dengan banjir-banjir sebelumnya. Selain karena ketinggian, durasi banjir kali ini juga lebih panjang dari biasanya.
"Biasanya kalau banjir paling cuma se-telapak kaki dan cepat garing. Kalau ini tinggi 40 cm terus lama, ini banjir dari setengah 6 saya lihat sampai sekarang belum surut," ujarnya.
Ega mengatakan, sistem pembuangan air yang buruk jadi penyebab. Ia juga tidak melihat ada bantuan pompa atau mobil PMK bantuan pemerintah untuk mengurangi debit air.
Untuk itu, ia berharap pemerintah dapat membantu adanya pompa air sementara. "Kalau bisa perlu ada pompa air karena ini parah sampai ke luar sana banjirnya," pungkasnya.
Advertisement