Aksi Rakyat Surabaya Menggugat, Ini Tuntutannya
Ratusan orang tergabung dalam gerakan Rakyat Surabaya Menggugat melakukan aksi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin 22 Juni 2026 sore. Aksi ini dilakukan merespon kondisi dalam negeri akhir-akhir ini.
Pantauan Ngopibareng.id, aksi ini diawali long march peserta aksi dari kawasan Bambu Runcing hingga Gedung Negara Grahadi. Dengan tertib para peserta aksi menyuarakan keresahan dan harapan yang diinginkan dari aksi ini.
Uniknya, beberapa massa aksi membawa panci dan sendok kayu yang diketuk untuk mengeluarkan suara nyaring sebagai bentuk keresahan akibat kondisi ekonomi yang melemah.
Juru Bicara Rakyat Surabaya Menggugar, Miftahur Rohma, mengatakan, ada sembilan poin yang menjadi keresahan untuk didengar oleh pemerintah. Antara lain, harga-harga kebutuhan yang semakin mahal, krisis lingkungan hidup dan perampasan hidup rakyat.
Selain itu, peluang masyarakat untuk mendapat lahan pekerjaan semakin sulit setelah disahkannya Undang-Undang Polri yang memberi peluang bagi aparat menjabat di lingkungan sipil.
"Legitimasi Prabowo-Gibran sudah cacat, lalu juga kegagalan terhadap masyarakat rentan, oligarki di mana-mana, lalu banyak sekali rakyat sipil yang kehilangan ruang hidupnya, rakyat sipil yang kehilangan lahan hidupnya," kata Mifta.
Karena itu, ia mengatakan, melalui aksi ini pihaknya menuntut Prabowo - Gibran untuk turun dari jabatannya.
"Memang seharusnya Prabowo-Gibran turun karena telah gagal secara konstitusi untuk menjamin kesejahteraan semua masyarakat, terutama masyarakat sipil, perempuan miskin kota, disabilitas, dan juga dosen, akademisi yang selalu direpresi," pungkasnya.
Advertisement