Ketua DPRD Banyuwangi Dorong Pendirian Posko Pengaduan di Pelabuhan Ketapang
Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, mendorong pembentukan Posko Pengaduan di Pelabuhan Ketapang. Keberadaan Posko ini menurutnya sangat penting sebagai wadah aspirasi para pengguna jasa. Sehingga pengguna jasa bisa menyampaikan keluhan dan dapat segera ditindaklanjuti.
Hal ini disampaikan Made usai proses mediasi sopir yang melakukan aksi unjuk rasa dengan memblokade dengan stakeholder penyeberangan. Sebagai wakil rakyat Made datang ke Pelabuhan Ketapang untuk mendengar aspirasi dari para sopir truk logistik yang melakukan aksi unjuk rasa.
"Jadi kita bagian dari masyarakat melihat kondisinya seperti ini, tadi langsung turun ke teman-teman sopir mendengarkan apa jadi aspirasinya. Kita mediasi, ketemu dengan para stakeholder," jelasnya, Sabtu, 26 September 2026 malam.
Politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan, berdasarkan data yang diperoleh, memang ada problem di lapangan yang harus segera diselesaikan. Diantaranya, urusan pilih-pilih kapal, urusan cash back.Β
"Itu juga menjadi faktor yang menghambat juga," tegasnya.
Menurutnya, persoalan-persoalan tersebut harus segera ditangani dengan tegas oleh para stakeholder terkait. Dia juga sudah menyampaikan saran dan masukan kepada ASDP berkaitan dengan persoalan tersebut.
"Tadi kita juga saran ke ASDP, tegaskan saja karena itu salah satu pemicunya juga," katanya.
Dia juga meminta ASDP bersama stakeholder terkait membuat Posko Pengaduan di Pelabuhan Ketapang. Jika ada pengaduan atau masukan dari pengguna jasa penyeberangan bisa segera ditangani. Sehingga semua persoalan dapat segera diselesaikan dengan baik.Β
"Jadi nggak ada pembiaran. Pembiaran-pembiaran menumpuk jadi masalah lagi. Biar segera teratasi," ujarnya.
Sebagai informasi, puluhan sopir truk tronton memblokade pintu keluar Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu, 28 September 2026. AksiΒ blokade dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Aksi ini memicu kemacetan hingga beberapa kilometer di sepanjang jalan menuju Pelabuhan Ketapang.
Ratusan kendaraan pribadi, pick up hingga truk terjebak kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang. Kendaraan-kendaraan tersebut sama sekali tidak bergerak selama aksi ini berlangsung. Kendaraan yang di luar pelabuhan tidak bisa masuk, begitu juga kendaraan yang hendak keluar tertahan di Pelabuhan.
Informasi yang dihimpun, aksi blokade ini dipicu kekecewaan sopir logistik karena dermaga LCM dan MB IV kembali melayani kendaraan kecil. Mereka ingin, dermaga tersebut hanya melayani kendaraan logistik ukuran besar saja demi kelancaran.
Advertisement