Mohamad Akhyak Pelukis Pasir Pamer 20 Karya di Galeri Merah Putih
Tak banyak pelukis yang memanfaatkan butiran pasir sebagai media pengganti cat atau pensil untuk menggoreskan karyanya di lembar putih kain kanvas.
Adalah Mohamad Akhyak, pelukis pasir asal Jombang, yang menekuni lukisan pasir sejak 2016. Kini, 20 karya lukisnya dipamerkan di Galeri Merah Putih, kompleks Balai Pemuda, Surabaya, 1-6 November 2025.
Sebelumnya, Akhyak menggunakan cat akrilik dan pensil saat kuliah hingga lulus tahun 1998 dari Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, IKIP Malang. Karenanya, tema pamerannya "Transformasi dalam Warna & Butiran Pasir" yang menyajikan 13 lukisan cat acrilyc dan 7 lukisan pasir.
Pelukis yang juga ustad di MAN 3 Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang ini, banyak menggoreskan gaya realis dan potret. Karya lukis pasir untuk potret di antaranya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah, KH Bisri Syansuri, Khofifah Indar Parawansa, Yaqut Cholil Qoumas,
Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal, yang diserahkan langsung pada peringatan Hari Guru Nasional 2024.
Teknik lukis pasirnya semula pasir dikeringkan, disaring, lalu ditempel pada kanvas atau triplek menggunakan lem kayu, menghasilkan efek tiga dimensi yang khas. Dari situ, ia menorehkan goresan anatomi wajah tokoh yang dilukisnya.
Karya Akhyak mendapat apresiasi luas dengan harga jual antara Rp 1.5 juta - Rp 14 juta. Ia memperoleh paten atas teknik lukis pasir dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, 12 September 2024, ditandatangani Direktur Hak Cipta dan Desain Industri, Ignatius M.T. Silalahi.
Pelukis kelahiran Kediri, 23 Maret 1973 ini aktif mengikuti pameran seni rupa nasional dan internasional, termasuk bersama Komunitas Perupa Jawa Timur (Koperjati) di Dallas, Amerika Serikat, serta menjadi satu-satunya seniman pasir di Pameran Kaligrafi Internasional Jakarta Islamic Center.*