Pameran Jiwa Jawa di Galeri Merah Putih.
Jiwa Jawa dalam diri dua seniman asal Sidoarjo, Widodo Basuki dan Djagad Ngadianto, tak pernah pudar digerus zaman.
Di tengah perubahan yang terus bergulir, keduanya tetap setia menelusuri nilai-nilai budaya Jawa yang diekspresikan lewat karya lukisnya akan dipamerkan di Galeri Merah Putih, kompleks Balai Pemuda, Surabaya, 18-22 Oktober 2025.
Label pamerannya "Ya Jagadku β Ya Jagadmu", mengajak pengunjung menyelami makna "jagad" tak sekadar dunia fisik, tapi juga ruang batin tempat manusia berdialog dengan semesta, dengan dirinya, dan dengan nilai-nilai luhur.
Widodo Basuki, akrab disapa Wibas, meracik rasa, menata pikir, dan mengolah karya lukisnya dalam warna dan garis yang bernas. Baginya, melukis adalah cara menulis tanpa kata.
"Jagad iku panggonku ngolah rasa, ngolah pikir, ngolah urip. Lewat lukisan, aku ngatur tembung tanpa ucap," ujarnya.
Ia menampilkan karya-karya yang bertumpu pada spirit cerita Panji. Kisah klasik Jawa yang kaya dengan ajaran spiritual, pencarian jati diri, asmara, dan perjalanan batin.
Lebih dari sekadar pelukis, Wibas adalah penjaga kaweruh (pengetahuan) Jawa. Kesehariannya sebagai pamong redaksi Majalah Jaya Baya menjadi bagian dari upayanya merawat bahasa Jawa dari ancaman kepunahan.
Sejawatnya, Djagad Ngadianto, menyuarakan βjagadβ melalui simbol-simbol tokoh wayang purwa yang diguratkan dalam bentuk, garis, dan warna menjadi lukisan yang meneduhkan jiwa.
Jalan ekspresinya boleh beda, tapi napas mereka tetap satu: napas Jawa. Sebuah semangat yang menjunjung harmoni, kebijaksanaan, dan kesadaran pada sangkan paraning dumadi.
Pameran akan dibuka oleh Henri Nur Cahyo, budayawan sekaligus Ketua Komunitas Seni Budaya Brang Wetan.
Mari hadir dan menyimak kaweruh "jagad". Sawijining jagad sing ora mung kagambar ing langit lan bumi, nanging uga ing ati lan cipta. Ya jagadku, ya jagadmu. (nto)
Advertisement