Pameran Lukisan Dua Imam Katolik di Galeri Merah Putih
Dua orang imam Katolik dari tarekat Misionaris Keluarga Kudus (MSF) menggelar pameran bersama berlabel “Sabda Telah Menjadi Rupa”, di Galeri Merah Putih, kompek Balai Pemuda Surabaya, 5-9 Oktober 2025.
Mereka adalah Rm. Stefanus Ruswan B. Sunarjo MSF dan Rm. Yohanes Agus Riyanto MSF, berkolaborasi setelah sebelumnya tampil bersama di Rumah Budaya Tembi, Bantul, Yogyakarta, pada 2016. Pembukaan pameran dihadiri banyak sekali undangan, memenuhi ruang galeri yang terasa penuh sesak..
Keduanya kini menghadirkan total 14 karya bergaya realis, yang lahir dari perenungan panjang, pengalaman pastoral, dan waktu-waktu sunyi yang mereka ciptakan di sela tugas sebagai pelayan umat.
Kedua romo mengguratkan kuasnya bukan sekadar piranti melukis, melainkan perpanjangan jiwa. Setiap goresannya adalah kesaksiannya tentang kehidupan yang sederhana, namun penuh kehadiran ilahi.
Lukisan-lukisan mereka tidak berbicara dalam bahasa agung yang jauh dari bumi. Sebaliknya, mereka berbisik lembut tentang keseharian umat, tentang tubuh yang lelah tapi tetap setia, tentang tangan-tangan renta yang masih memeluk harapan, tentang mata yang menatap langit dalam diam dan doa.
Karya Rm. Stefanus menyentuh kehidupan wong cilik lewat potret seorang ibu yang meniup corong bambu, membangunkan api di tungku yang senyap. Juga lukisannya yang menggambarkan seorang nenek tertidur pulas dalam posisi duduk. Raut wajahnya tersimpan beban hidup, namun menyimpan kekuatan batin yang bertahun-tahun menopang keluarga dan imannya.
Baginya, melukis adalah perjalanan batin yang tak terpisahkan dari panggilan imamatnya. Imam yang tinggal di Biara MSF Sunter Agung, Jakarta ini mengaku akrab dengan dunia lukis ketika di bangku sekolah dasar.
“Sejak sekolah dasar saya sudah senang melukis,” ujar romo kelahiran Tanjung Karang, Lampung, 46 tahun silam, mengenang awal perjumpaannya dengan seni lukis.
Sementara Rm. Yohanes Agus Suyanto mengguratkan lautan, peluh, dan harapan. Karyanya menggambarkan perjuangan nelayan-nelayan kecil menjaring rezeki di lautan lepas. Juga tiga remaja yang melangitkan doa berharap Sang Sabda mengabulkan permohonan doa mereka. *
Advertisement