“Sae Onggu” Lukisan Anak-anak di Galeri Merah Putih
Dinding Galeri Merah Putih di kompleks Balai Pemuda Surabaya dipenuhi 24 karya lukis istimewa yang tergantung di sana.
Lukisan anak-anak dari Sanggar Warung Lukis Anak Probolinggo, yang tengah menggelar pameran ke-2 mereka bertajuk “Sae Onggu”, sebuah ungkapan dalam bahasa lokal Probolinggo yang berarti “Sungguh Baik.”
Tema ini bukan sekadar pilihan estetika. “Sae Onggu” adalah bentuk cinta anak-anak Probolinggo kepada tanah kelahiran mereka, yang kondisi Probolinggo kini perlahan berbenah, tumbuh, dan memperlihatkan potensinya yang luar biasa.
Dengan dikelilingi gunung, garis pantai yang luas, serta budaya khas kawasan Tapal Kuda yang begitu hidup, Probolinggo menjadi sumber inspirasi utama karya lukis yang layak ditampilkan di kanvas.
Goresan kuas dari 24 karya anak Probolinggo yang dipamerkan itu, ada yang berkisah tentang Gunung Bromo dalam imajinasinya, sawah-sawah yang hijau, laut biru yang luas, hingga kehidupan tradisional yang membentuk identitas lokal Probolinggo.
Namun pameran "Sae Onggu" tak hanya tentang keindahan alam. Tapi juga tentang perjalanan batin anak, terutama mereka yang selama ini hidup dengan keterbatasan atau disabilitas.
Sanggar Warung Lukis Anak Probolinggo, yang telah berusia 18 tahun, dibina oleh Indah Kusumasari, SE, bukan hanya tempat belajar seni. Ia adalah ruang self-healing, terutama bagi anak-anak disabilitas yang butuh ruang aman untuk tumbuh.
Lebih dari 200 siswa didik sanggar, mulai dari balita hingga mahasiswa, banyak yang datang dari desa-desa pelosok di Probolinggo.
Melalui lukisan, mereka yang disabilitas mulai belajar mengenal dirinya, membangun keberanian, dan perlahan, menunjukkan perubahan besar. Kepercayaan diri mereka muncul, semangat belajar tumbuh, bahkan prestasi pun ikut meningkat.
“Melukis itu seperti berbicara dengan cara yang berbeda,” kata Indah. “Bagi anak-anak ini, terutama yang disabilitas, lukisan adalah cara untuk mengatakan, ‘aku ada, aku bisa.’”
Kehadiran mereka di Galeri Merah Putih bukan hanya sebagai peserta pameran, tapi sebagai pembawa pesan bahwa anak-anak desa pun punya ruang untuk didengar, bahwa Probolinggo bukan hanya indah dengan panorama alamnya, tapi juga kuat oleh semangat anak-anaknya.
Pameran “Sae Onggu” akan berlangsung hingga 2 Oktober 2025. Indah Kusumasari berpesan: Bagi siapa pun yang datang ke Galeri Merah Putih, jangan hanya melihat lukisannya. Lihat juga cerita di baliknya, cinta yang menyusunnya, dan masa depan yang diam-diam sedang mereka lukis bersama.*(nto)
Advertisement