Kumail Probolinggo Soroti Keanggotaan Indonesia di BoP
Puluhan anggota Komunitas Umat Islam Anti Amerika-Israel (Kumail) menggelar aksi solidaritas untuk Palestina di Gedung DPRD Kota Probolinggo, Jumat, 13 Februari 2026, siang. Mereka menolak keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Bord of Peace/BoP) yang diprakarsai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Dalam orasinya di Gedung DPRD, mereka menyuarakan di antaranya; aksi gencatan senjata dan membawa isu yang lebih strategis yakni mendesak pemerintah Indonesia agar mengevaluasi keterlibatannya dalam BoP.
Seperti diketahui, BoP merupakan badan internasional yang dibentuk awal 2026 dengan mandat mengawasi transisi, rekonstruksi, dan stabilitas di Gaza pasca-konflik. Indonesia disebut telah bergabung sebagai anggota BoP dan diharuskan membayar iuran sekitar Rp17 miliar.
“Karena itulah Kumail menolak dengan tegas bergabungnya Indonesia dalam Bord of Piece,” kata Koordinator Pers Kumail, Arif Abdul Muis.
Bagi Kumail, keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut tidak sejalan dengan amanat Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Dalam orasi, massa menyatakan, Amerika Serikat selama ini sering berpihak kepada agresi Israel, sehingga dinilai tidak layak memimpin forum perdamaian Palestina.
Arif menambahkan, aksi Kumail bukan sekadar demonstrasi pada umumnya. Kumail ingin pemerintah (pusat) lebih selektif dalam menempatkan posisi di forum internasional.
“Apa pun yang ada di dalam Board of Peace, seharusnya melewati mekanisme Perserikatan Bangsa-Bangsa. Jangan sampai keanggotaan Indonesia justru melemahkan posisi kita dalam membela Palestina,” katanya saat berorasi.
Board of Peace, kata Arif, merupakan inisiatif internasional di luar struktur PBB yang digagas sejumlah negara. Karena itu Kumail menilai, keterlibatan Indonesia di dalamnya berisiko meminggirkan peran PBB sebagai otoritas tertinggi perdamaian dunia.
Massa Kumail awalnya berkumpul di Alun-alun Kota Probolinggo pada pukul 13.30 WIB. Mereka kemudian berjalan kaki menuju Gedung DPRD Kota Probolinggo di Jalan Suroyo. Mereka juga membawa spanduk bertuliskan tuntutan pembebasan Palestina.
Sejumlah personel polisi dari Polres Probolinggo Kota dan Satuan Polisi Pamong Praka (Satpol) tampak berjaga-jaga sejak massa berdatangan ke DPRD hingga aksi berakhir.
Aksi yang berlangsung selama dua jam ini berlangsung damai dan tertib. Secara bergantian, sejumlah aktivis Kumail berorasi dengan menggunakan pelantang suara. Puluhan massa Kumail sempat diguyur hujan deras saat beraksi. Tetapi mereka tetap beraksi hingga sekitar dua jam.
“Di sini hanya hujan air, saudara-saudara kita di Gaza dihujani rudal dan bom,” ujar seorang orator.