Balita Telantar di PPSAB Sidoarjo Dapat Bantuan Komunitas Motor VOID Jatim saat Ramadan
Senyum dan tawa balita terdengar riang dari dalam ruang Unit Pelaksana Teknis Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (UPT PPSAB) Sidoarjo. Di tempat ini, puluhan bayi dan balita telantar dari berbagai daerah di Jawa Timur dirawat dengan penuh perhatian oleh para pengasuh.
Lembaga yang berada di bawah naungan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur tersebut saat ini mengasuh sebanyak 45 bayi. Mereka datang dari berbagai wilayah di Jawa Timur, bahkan dari daerah yang cukup jauh seperti Banyuwangi, Sumenep hingga Pacitan.
Meski berada dalam keterbatasan, perhatian terhadap anak-anak di PPSAB Sidoarjo terus mengalir. Salah satunya datang dari komunitas Versys Owner Indonesia (VOID) Jawa Timur yang menggelar aksi bakti sosial pada Senin 9 Maret 2026.
Komunitas pecinta motor besar ini datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga semangat berbagi di bulan suci Ramadan. Kedatangan mereka disambut hangat oleh para pengasuh yang sehari-hari merawat bayi dan balita telantar tersebut.
Ketua Panitia Bakti Sosial VOID Jatim, Verdi, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan difokuskan pada kebutuhan anak-anak.
“Setiap anak kami berikan dua setel baju baru, pampers, mainan, tisu, serta makanan ringan. Kami ingin mereka juga merasakan kebahagiaan Ramadan dan bisa menyambut Lebaran dengan senyum,” ujar Verdi.
Selain membantu PPSAB Sidoarjo, komunitas VOID Jatim juga menyalurkan bantuan ke Panti Griya Yatim SYD Gedangan. Bantuan yang diberikan berupa semen untuk mendukung pembangunan fasilitas panti agar semakin layak bagi anak-anak yang tinggal di sana.
Bagi para pengasuh di PPSAB Sidoarjo, dukungan dari masyarakat seperti ini sangat berarti. Pasalnya, lembaga tersebut menampung bayi dan balita yang ditemukan dalam berbagai kondisi, mulai dari bayi yang ditelantarkan hingga anak-anak yang membutuhkan perlindungan sosial.
Kasi Pelayanan Sosial UPT PPSAB Sidoarjo, Swadaryati, menjelaskan bahwa kapasitas lembaga sebenarnya mampu menampung hingga 55 anak. Namun saat ini jumlah bayi yang dirawat mencapai 45 anak.
“Sebelumnya jumlahnya lebih banyak. Tetapi beberapa anak yang sudah memasuki usia sekolah kami rujuk ke UPT di Nganjuk,” jelasnya.
Swadaryati juga menegaskan bahwa setiap bayi yang masuk ke PPSAB tidak serta-merta bisa langsung diadopsi. Ada sejumlah tahapan dan prosedur ketat yang harus dilalui untuk memastikan masa depan anak tetap terlindungi.
Salah satu tahapan awal adalah melakukan publikasi temuan bayi sebanyak tiga kali. Tujuannya untuk memberikan kesempatan kepada keluarga kandung jika ingin mencari atau mengakui anak tersebut.
Apabila tidak ada pihak keluarga yang ditemukan, barulah proses verifikasi lanjutan dilakukan sebelum anak dapat diadopsi oleh pasangan suami istri yang memenuhi syarat.
Namun selama Ramadan 2026 ini, proses adopsi belum berjalan.
“Adopsi sementara masih nihil karena kami masih menunggu petunjuk teknis dari Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur,” kata Swadaryati.
Meski demikian, setiap tahun rata-rata sekitar 12 anak berhasil menemukan keluarga baru melalui proses adopsi resmi. Jumlah tersebut relatif seimbang dengan anak-anak yang masuk ke lembaga tersebut.
Di balik angka-angka itu, tersimpan harapan besar bagi setiap bayi yang dirawat di PPSAB Sidoarjo. Harapannya sederhana, suatu hari nanti mereka dapat menemukan keluarga yang siap memberikan kasih sayang, perlindungan, dan masa depan yang lebih baik.
Aksi kemanusiaan yang dilakukan komunitas VOID Jatim juga menjadi pengingat bahwa kepedulian kecil dari masyarakat bisa menghadirkan kebahagiaan besar bagi mereka yang membutuhkan, terutama bagi anak-anak yang sedang menunggu pelukan keluarga barunya.