Kecelakaan Bus di Probolinggo, Korban Meninggal Bertambah jadi 7 Orang
Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) maut kembali terjadi di jalur Bromo. Kali ini sedikitnya tujuh orang dilaporkan meninggal dunia akibat bus pariwisata yang ditumpangi rombongan tenaga kesehatan (nakes) Rumah Sakit Bina Sehat Jember di Jalan Sukapura tepatnya di Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Minggu, 14 September 2025 siang.
Penyebab kecelakaan diduduga akibat bus pariwista dari Perusahaan Otobus (PO) INDS’88 Trans yang pulang dari Bromo, Minggu siang terperosok ke parit di sisi jalan di Desa Boto. Bus tersebut bertolak dari Jember, Sabtu, 13 September 2005.
Namun ketika pulang dari Bromo, baru sesampai di Desa Boto bus pariwita tersebut diduga mengalami rem blong sehingga tergelincir ke parit.
Kasat Lantas Polres Probolinggo, AKP Safiq Jundhira Z. membenarkan adanya kecelakaan tersebut. AKP Sasiq menyampaikan ada korban jiwa dan luka-luka dalam peristiwa itu namun ia masih melalukkan pendataan.
“Saat ini kami masih evakuasi korban dan barang bukti,” ujar Safiq kepada wartawan, Minggu.
Hal senada diungkapkan Direktur Ditlantas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi. Ia menegaskan petugas saat ini masih fokus melakukan evakuasi korban dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Desa Boto.
“Mohon waktu, kami sedang proses olah TKP maupun evakuasi seluruh korban. Keterangan lengkap akan kami sampaikan kemudian,” kata Kombes Iwan.
Seementara itu beredar rekaman video amatir di media sosial yang menunjukkan, bus berwarna merah dalam posisi miring di bahu jalan. Beberapa penumpang tampak tergeletak di sekitar lokasi, sementara warga dan petugas berusaha memberikan pertolongan. Ambulans juga terlihat berjibaku mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat.
Tujuh Meninggal Dunia
Informasi sementara menyebutkan, sedikitnya tujuh orang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Direktur RS Bina Sehat Jember, dr. Faida turut membenarkan adanya peristiwa itu
“Kami sedang dalam perjalanan ke Probolinggo,” ujar Faida melalui status WhatsApp (WA) pribadinya.
Informasi yang berhasil dihimpun, bus pariwisata bernomor polisi P 7221 UG, yang disopiri Albahri , 59 tahun, warga Desa Gladakpakem, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, awalnya bertolak dari Bromo, Minggu sekitar pukul 12.14 WIB.
Sesampainya di Desa Boto, bus melaju tidak terkendali dan menabrak pembatas jalan. Sopir gagal mengendalikan laju kendaraannya.
Bus akhirnya berhenti setelah menabrak sepeda motor milik seorang kurir. Akibat benturan keras, sejumlah penumpang terlempar keluar dari bus.
“Saat itu saya sedang di dalam rumah, terdengar suara benturan keras dua kali. Setelah saya keluar, ternyata ada bus kecelakaan dan beberapa penumpangnya terlempar keluar,” ujar Supriadi, warga sekitar.
Warga bersama anggota Polsek Sukapura segera mengevakuasi korban meninggal maupun luka ke puskesmas terdekat dan RSUD dr. Moh. Saleh Kota Probolinggo.
“Untuk korban meninggal, saya lihat ada enam orang, sementara korban luka cukup banyak,” tambah Suprianto, warga lain di lokasi kejadian.
Semenetara itu Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif mengatakan, bus pariwisata mengangkut para nakes dari Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember.
Dikatakan saat kecelakaan terjadi, rombongan hendak pulang ke Jember setelah berwisata di kawasan Gunung Bromo. Rombongan berangkat dari Jember ke wisata Bromo, Sabtu.
“Saat ini anggota kami sedang mengidentifikasi seluruh korban, baik yang dirawat maupun yang meninggal dunia di Puskesmas Sukapura, Puskesmas Wonomerto, dan RSUD dr. Mohamad Saleh,” jelas Kapolres.
Kapolres menambahkan, Unit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo juga terus melakukan penyelidikan terkait kecelakaan bus pariwisata yang diketahui berasal dari PO IDN’S 88. Tujuannya, agar penyebab pasti kecelakaan itu bisa diketahui.