Harga Cabai di Bojonegoro Merangkak Naik, Rawit Merah Tembus Rp72.000 per Kilogram
Harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Bojonegoro mengalami kenaikan, terutama pada kelompok cabai. Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah yang kini menembus Rp72.454 per kilogram, sementara cabai merah keriting dan cabai merah besar juga ikut merangkak naik.
Berdasarkan data di Pasar Tradisional Bojonegoro, Pasar Pariwisata, Pasar Besar dan Pasar Banjarejo, harga cabai meningkat dalam satu-dua hari ini. Data diperkuat dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Pemkab Bojonegoro, harga cabai yang naik. Yaitu cabai merah besar mengalami kenaikan dari Rp40.712 per kilogram menjadi Rp46.818 per kilogram. Artinya, terjadi lonjakan harga sebesar Rp6.106 atau sekitar 13,04 persen.
Sementara itu, cabai rawit merah tercatat naik dari Rp72.454 per kilogram menjadi Rp78.636 per kilogram. Komoditas ini mengalami kenaikan sebesar Rp6.181 atau sekitar 7,86 persen, menjadikannya salah satu bahan pangan dengan harga tertinggi di pasar tradisional Bojonegoro.
Kenaikan paling tajam terjadi pada cabai merah keriting. Harga komoditas ini melonjak dari Rp45.257 per kilogram menjadi Rp57.363 per kilogram, atau naik sekitar Rp12.106 dengan persentase kenaikan mencapai 21,10 persen.
Naiknya harga cabai diperkirakan dipengaruhi pasokan dari daerah sentra produksi yang mulai berkurang serta faktor cuaca yang memengaruhi hasil panen. βYa, di pasar sudah mulai naik, dalam beberapa hari ini,β ujar Listiono, pedagang di Pasar Pariwisata Bojonegoro, Jumat 29 Mei 2026.
Harga Kedelai Lokal dan Impor Juga Naik
Tak hanya cabai, harga kacang kedelai di Bojonegoro juga menunjukkan tren kenaikan, baik untuk kedelai lokal maupun impor.
Harga kedelai lokal naik dari Rp14.403 per kilogram menjadi Rp15.863 per kilogram. Kenaikan mencapai Rp1.460 atau sekitar 9,21 persen.
Sedangkan kedelai impor turut mengalami kenaikan dari Rp13.412 per kilogram menjadi Rp14.727 per kilogram, atau naik Rp1.315 dengan persentase sekitar 8,93 persen.
Kenaikan harga kedelai berpotensi berdampak pada biaya produksi industri rumahan, terutama pelaku usaha tahu dan tempe yang bergantung pada bahan baku tersebut.
Masyarakat berharap harga kebutuhan pokok, terutama cabai dan kedelai, dapat kembali stabil agar tidak membebani pengeluaran rumah tangga maupun pelaku usaha kecil.
Advertisement