Habib Luthfi: Ulama Harus Menjadi Penenang
Habib Luthfi bin Yahya dari Pekalongan mengingatkan, para cerdik pandai yang memahami ilmu keagamaan dalam Islam lazimnya menjadi penenang di tengah masyarakat.
Berikut keterangan Rais Am Jamโiyah Ahlith Thariqah Muโtabarah an-Nahdliyah (JATMAN), yang karismatik dan berpenampilan meneduhkan itu:
Nah ulama-ulama ini harusnya bisa menjadi penenang. Maaf, jangan menjadi orang yang suka menakut-nakuti. Ada orang datang (membawa) masalah, perut anaknya yang sudah besar. Mending kalau hamil, ternyata bukan perempuan melainkan anak laki-laki.
Matanya sudah coklat, ini liver, hepatitis. Begitu datang, โKiai, minta barokahnya supaya Allah memberikan kesehatan kepada saya.โ
โSakitnya apa kata dokter?โ
โKatanya liver, hepatitis A, B atau C.โ
โMaka dari itu kamu makannya yang benar. Jangan makan melulu. Ini nih akibtanya, kena luh liver! Udah ingat mati baru datang ke kiai!โ
La ilaha illallah, ini mau cari penenang malah dimarahi. Tapi orang (ulama) yang bijak lain lagi jawabannya,โKenapa kamu kok perutnya besar?โ
โKata dokter hepatitis, Kiai. Obatnya sulit.โ
โSiapa bilang? Obat itu bukan Tuhan, penyakit bukan Tuhan, sembuh pun bukan Tuhan. Obat mencari sarana Allah supaya memberi kesembuhan, sebagaimana orang makan mencari kenyang, orang minum mencari pelepas dahaga. Kalau seumpanya beriโtiqad penyakit itu mematikan, itu syirik. Karena penyakit itu bukan Tuhan.โ
Bisa menghibur, karena yang datang adalah saudara kami saudara mukmin-Muslim. Kalau tidak, secara manusiawi non-Muslim pun harus kita besarkan hatinya. Karena mereka menanggung istri dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil yang tidak berdosa.
Pandangannya harus luas. Itu diantaranya. โSudahlah, insyaAllah akan ada obatnya. Yang besar hati. Tawakkal kepada Allah Swt. Jangan tinggal ikhtiar. Saya doakan insyaAllah kamu sembuh.โ
Catatan: Ditranskrip dari penjelasan Maulana Habib M. Luthfi bin Yahya kitab Jamiโ al-Ushul fi al-Auliyaโ bab Ridha (Menerima) terhadap Qadha Allah Swt. pada Pengajian Jumโat Kliwon Kanzus Sholawat Pekalongan 24 Februari 2017.
Advertisement