Gunung Semeru Muntahkan Abu Vulkanik 900 Meter, Terjadi 14 Kali Gempa Letusan
Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Rabu 8 Juli 2026 pagi. Aktivitas vulkanik Gunung Semeru tercatat menghasilkan 14 kali gempa letusan dengan kolom abu mencapai ketinggian sekitar 900 meter di atas puncak.
Berdasarkan data magma.esdm, aktivitas Gunung Semeru, erupsi terjadi pada pukul 08.43 WIB. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan tinggi kurang lebih 900 meter dari puncak gunung.
Erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi selama 126 detik.
Saat erupsi berlangsung, Gunung Semeru tertutup kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati karena kondisi puncak gunung tertutup kabut. Cuaca di sekitar kawasan gunung terpantau cerah hingga berawan dengan angin lemah bergerak ke arah utara dan timur laut.
Suhu udara di sekitar Gunung Semeru berada pada kisaran 19-20 derajat Celsius.
Aktivitas Gempa Gunung Semeru
Dalam periode pengamatan tersebut, aktivitas kegempaan Gunung Semeru didominasi oleh gempa letusan atau erupsi.
Tercatat sebanyak 14 kali gempa letusan dengan amplitudo 11-22 milimeter dan lama gempa antara 93-169 detik.
Selain itu, aktivitas Gunung Semeru juga mencatat:
3 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-5 milimeter dan lama gempa 30-133 detik.
4 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-6 milimeter dan lama gempa 37-45 detik.
1 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 11 milimeter, S-P 13 detik, dan lama gempa 42 detik.
Aktivitas tersebut menunjukkan Gunung Semeru masih mengalami dinamika vulkanik sehingga masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.
Rekomendasi Aktivitas Gunung Semeru
Masyarakat dan wisatawan diminta mematuhi rekomendasi keselamatan di sekitar kawasan Gunung Semeru.
Beberapa imbauan yang perlu diperhatikan antara lain:
Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terkena perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
Tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
Masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu dari puncak Gunung Semeru.
Ancaman terutama perlu diwaspadai di sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan.
Dengan meningkatnya aktivitas erupsi, warga di sekitar lereng Gunung Semeru diimbau terus mengikuti informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi serta tidak mendekati zona bahaya yang telah ditetapkan.