Gunung Semeru Erupsi Hari Ini, Muntahkan Abu Vulkanik Setinggi 1.300 Meter di Atas Puncak
Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Jumat 3 Juli 2026. Letusan terbaru terjadi pada pukul 09.48 WIB dengan tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 1.300 meter di atas puncak atau sekitar 4.976 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Berdasarkan laporan resmi Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan berlangsung selama 138 detik.
Sebelumnya, Gunung Semeru juga meletus pada pukul 08.45 WIB. Pada erupsi tersebut, kolom abu teramati mencapai sekitar 800 meter di atas puncak dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 128 detik.
Aktivitas Vulkanik Semeru Masih Tinggi
Gunung Semeru yang berada di wilayah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Saat pengamatan dilakukan, gunung terlihat jelas dengan kondisi cuaca cerah. Asap kawah tidak teramati, sementara angin bertiup lemah ke arah barat daya.
Meski kondisi visual relatif baik, aktivitas kegempaan Gunung Semeru masih tergolong tinggi.
Dalam periode pengamatan terbaru tercatat:
11 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 22 mm dan durasi 106–145 detik.
5 kali gempa guguran dengan amplitudo 1–2 mm dan durasi 36–102 detik.
5 kali gempa hembusan dengan amplitudo 4–8 mm dan durasi 40–73 detik.
4 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 4–20 mm, waktu S-P 15–22 detik, dan durasi 35–71 detik.
Data tersebut menunjukkan aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih fluktuatif sehingga masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.
Rekomendasi PVMBG untuk Masyarakat
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat agar mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan demi keselamatan.
Adapun rekomendasinya sebagai berikut:
Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar kawasan tersebut, masyarakat juga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.
Warga tidak diperkenankan melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berisiko terkena lontaran material pijar.
Masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai yang bermuara ke Besuk Kobokan.
PVMBG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Semeru dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, mengingat aktivitas gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih berpotensi mengalami erupsi susulan.