Gunung Semeru Erupsi Berulang dalam 5 Hari Terakhir, Warga Diminta Waspada
Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Senin 13 Juli 2026 pagi. Erupsi Gunung Semeru tercatat terjadi pukul 07.26 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 800 meter di atas puncak.
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Semeru, kolom abu teramati mencapai ketinggian sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal.
Aktivitas erupsi Gunung Semeru tersebut teramati condong ke arah tertentu dari puncak gunung. Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Semeru masih menjadi perhatian dan masyarakat diminta tetap mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.
Aktivitas Erupsi Gunung Semeru Meningkat dalam Beberapa Hari Terakhir
Sebelumnya, Gunung Semeru juga mengalami erupsi pada Minggu 12 Juli 2026 pukul 06.23 WIB. Saat itu, tinggi kolom abu teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau mencapai kurang lebih 4.376 mdpl.
Kolom abu pada erupsi tersebut berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal.
Sehari sebelumnya, aktivitas erupsi Gunung Semeru juga tercatat pada Jumat 10 Juli 2026. Erupsi terjadi pukul 06.29 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 1.100 meter di atas puncak atau sekitar 4.776 mdpl.
Pada hari yang sama, Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pukul 07.39 WIB. Kolom abu teramati mencapai ketinggian sekitar 1.300 meter di atas puncak. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 136 detik.
Sementara itu, pada Kamis 9 Juli 2026, Gunung Semeru mengalami erupsi pukul 06.11 WIB. Tinggi kolom abu teramati sekitar 700 meter di atas puncak dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 166 detik.
Masyarakat Diminta Waspada Aktivitas Gunung Semeru
Dengan meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Semeru dalam beberapa hari terakhir, masyarakat di sekitar kawasan gunung api diminta tetap waspada terhadap potensi bahaya erupsi.
Warga juga diimbau tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 kilometer dari puncak. Selain itu, masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, serta aliran lahar di sepanjang sungai yang berhulu di Gunung Semeru.
Informasi terbaru mengenai aktivitas Gunung Semeru akan terus dipantau melalui laporan resmi dari instansi terkait.