Gunung Semeru Erupsi 18 Juli 2026, Semburkan Kolom Abu 1.000 Meter Selama Lebih 6 Menit
Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Sabtu, 18 Juli 2026. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi 1.000 meter di atas puncak.
Berdasarkan pengamatan, erupsi Gunung Semeri terjadi pada pukul 06.21 WIB. Kolom letusan teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur laut, tenggara, serta selatan. Sebaran abu ke beberapa arah tersebut menunjukkan kondisi angin di sekitar puncak yang berubah-ubah atau tidak menentu.
Aktivitas erupsi tercatat memiliki amplitudo maksimum 22 milimeter dengan durasi enam menit 35 detik.
Durasi Erupsi Hampir Menyamai Letusan Besar 2 Juli
Secara umum, sebagian besar erupsi Gunung Semeru berlangsung sekitar satu hingga dua menit. Namun, letusan pada Sabtu 18 Juli 2026 tergolong lebih lama dibandingkan erupsi harian yang biasa terjadi.
Durasi erupsi kali ini hanya terpaut lima detik lebih singkat dibandingkan letusan pada 2 Juli 2026, yang berlangsung selama enam menit 40 detik dan memicu awan panas guguran (Pyroclastic Density Current/PDC) sejauh sekitar 4 kilometer ke arah Besuk Kobokan.
Meski memiliki durasi yang hampir sama, laporan pengamatan kali ini tidak mencatat adanya awan panas guguran maupun aliran material piroklastik seperti yang terjadi pada erupsi 2 Juli lalu.
Status Gunung Semeru Masih Level III Siaga
Hingga Sabtu, status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga).
Masyarakat diimbau tetap mematuhi rekomendasi dari otoritas vulkanologi dan tidak melakukan aktivitas di kawasan rawan bencana, terutama di sektor tenggara yang menjadi jalur utama potensi aliran material vulkanik.
Kawasan Besuk Kobokan tetap menjadi zona paling berbahaya, terlepas dari arah penyebaran abu vulkanik yang dapat berubah mengikuti kondisi angin.
Warga yang berada di sekitar lereng maupun daerah yang terdampak hujan abu juga diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta terus memantau informasi resmi dari pihak berwenang mengenai perkembangan aktivitas Gunung Semeru.
Rekomendasi
1. Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
2. Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
3. Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.