Gado-Gado Bahasa: Ajang Seru Runtuhkan Mental Block dalam Belajar Bahasa Asing
Keberagaman bahasa dan budaya tidak selamanya harus dipelajari melalui ruang kelas yang formal. Semangat itulah yang tercermin dalam gelaran Gado-Gado Bahasa yang kembali sukses menyedot perhatian masyarakat Surabaya pada Selasa 22 September 2026. Bertempat di Sriwijaya Hall, ASEEC Tower Lantai 5, Kampus Universitas Airlangga, acara kolaboratif ini hadir untuk memperingati European Day of Languages sekaligus menjadi ruang berjumpa bagi para pencinta bahasa.
Kegiatan yang terbuka untuk umum ini diinisiasi melalui kerja sama antarlembaga kebudayaan dan edukasi ternama, seperti Wisma Jerman, Institut FranΓ§ais Indonesia (IFI) Surabaya, dan EU Centre Universitas Airlangga. Lewat format interaktif yang santai, para peserta disuguhkan beragam games bahasa, permainan kuis, pengenalan kosakata, hingga tantangan lintas budaya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang jalannya acara saat mereka secara bergantian mengelilingi berbagai stan dan area permainan interaktif. Selain menikmati suguhan simulasi bahasa dan kebudayaan Eropa, para pengunjung juga disajikan gambaran informasi mengenai program pertukaran, beasiswa, hingga keunikan tradisi dari masing-masing negara penyelenggara yang dikemas secara ramah dan mudah dipahami.
Asisten Pemasaran dan Hubungan Masyarakat Wisma Jerman, Ahmad Firman Santriyo, menjelaskan bahwa acara yang dilaksanakan berkala setiap dua bulan sekali ini mengusung konsep yang adaptif dan berpindah tempat sesuai dengan penanggung jawab atau host acara.
"Inisiasi awalnya memang untuk memperingati Hari Bahasa Eropa. Karena dirasa sukses pada gelaran pertamanya, akhirnya program ini terus dilanjutkan hingga memasuki tahun kedua. Khusus kali ini, karena momentumnya tepat di bulan bahasa Eropa, EU Centre yang menjadi tuan rumahnya," ujar Firman.
Firman menambahkan bahwa selain mempererat silaturahmi, acara ini bertujuan memperkenalkan lembaga-lembaga kebudayaan serta pusat bahasa resmi Eropa yang beroperasi di Surabaya. Melalui pendekatan yang menyenangkan, masyarakat dapat mengenal lebih dekat layanan kursus, ujian resmi, hingga program kebudayaan yang ditawarkan.
Sementara itu, Supervisor EU Centre Universitas Airlangga, Praja Firdaus Nuryananda, menyoroti fungsi penting kegiatan ini dalam meruntuhkan mental block atau rasa minder masyarakat saat hendak mempelajari bahasa asing.
"Tujuan utamanya adalah membangun kesadaran (awareness) bahwa bahasa itu sangat beragam. Kita tidak perlu malu untuk belajar atau berbicara bahasa asing, baik bahasa Inggris, Jerman, maupun Belanda. Jika kita menengok sejarah, para pendiri bangsa kita pun menguasai banyak bahasa asing untuk membebaskan Indonesia," tutur Praja.
Selain sebagai ajang edukasi, Praja menilai Gado-Gado Bahasa menjadi sarana pelepas penat (refreshment) bagi para pekerja maupun mahasiswa dari rutinitas harian. Di sini, peserta dari latar belakang umum hingga warga negara asing berkumpul untuk mengaktualisasikan diri, menambah jejaring pertemanan baru, serta bertukar informasi seputar peluang beasiswa maupun pertukaran pelajar.
Dengan suksesnya penyelenggaraan di EU Centre, kegiatan Gado-Gado Bahasa diharapkan dapat terus menjadi wadah inklusif yang memupuk rasa toleransi lintas bangsa sekaligus menginspirasi masyarakat Surabaya untuk terus memperluas wawasan kebudayaan global.
Advertisement