Film 5cm - Revolusi Hati Bawa Kisah Baru
Rumah produksi Soraya Intercine Films resmi melanjutkan semesta legendarisnya lewat layar lebar. Mereka memperkenalkan karya teranyar bertajuk film 5cm - Revolusi Hati kepada publik perfilman tanah air. Kehadiran sekuel pembuka ini langsung memantik rasa penasaran para penikmat sinema nasional. Karya ini mengupas fase awal pencarian jati diri sang tokoh sentral.
Produser Sunil Soraya kembali memimpin proyek prestisius ini dengan penuh keyakinan. Kali ini, ia mempercayakan kursi sutradara kepada sineas berbakat Emil Heradi. Keduanya meramu babak baru yang sarat muatan emosional dan visual memikat. Penonton akan menyaksikan dinamika masa remaja Zafran sebelum lingkaran sahabat karibnya terbentuk.
Jika karya perdana menyuguhkan keindahan Gunung Semeru, edisi kali ini memilih lanskap berbeda. Sutradara Emil Heradi memboyong kamera menelusuri pesona perairan kepulauan Nusantara. Laut biru Indonesia tampil memukau sebagai panggung utama narasi perjalanan para tokoh. Langkah berani ini memperkaya pengalaman visual penonton di bioskop.
Selain itu, plot cerita berfokus penuh pada masa transisi Zafran saat menuntaskan bangku SMP. Kisah tersebut menyoroti interaksi awal sang tokoh dengan kawan-kawan sebayanya. Penonton akan menemukan alasan mendasar yang membentuk kepribadian puitis Zafran. Perjalanan batin sang remaja menjadi benang merah yang sangat memikat.
Wajah Segar Pemeran Film 5cm - Revolusi Hati
Aktor muda berbakat Roman King kini menerima estafet tanggung jawab besar. Ia memerankan karakter legendaris yang dahulu melambungkan nama Herjunot Ali. Roman menyadari betul ekspektasi tinggi masyarakat terhadap tokoh yang sangat ikonis tersebut. Namun, ia memilih fokus mencurahkan energi demi menampilkan akting terbaik.
Oleh karena itu, Roman membangun interpretasi karakter yang segar dan orisinal. Arahan langsung dari produser Sunil Soraya semakin memantapkan langkahnya di depan kamera. "Pak Sunil meminta aku membentuk karakter Zafran versi aku sendiri," ujar Roman. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat peluncuran cuplikan resmi di Jakarta.
Langkah penciptaan karakter mandiri ini berlangsung sangat beralasan dan tepat. Latar waktu prekuel ini memang mendahului peristiwa dalam film pertama lebih dari satu dekade. Roman juga tekun menjalani sesi pembacaan naskah secara berkala. Dedikasi tersebut membantunya menangkap jiwa polos sang pujangga muda secara utuh.
Kehadiran barisan aktor muda lain turut menambah warna segar sepanjang jalannya cerita. Mereka menghidupkan dinamika pertemanan yang tulus, ceria, dan penuh gejolak masa muda. Cerita dalam film ini tetap setia berakar pada intisari novel karya Donny Dhirgantoro. Sunil Soraya menegaskan komitmennya untuk merawat nilai luhur persahabatan sejati.
"Kami berharap karya ini meniupkan kembali gairah petualangan anak muda Indonesia," ungkap Sunil Soraya. Ia meyakini penonton lintas generasi akan memetik inspirasi dari perjalanan hati Zafran. Proyek sinematik ini membuktikan konsistensi industri film lokal dalam melahirkan tontonan berbobot. Selain Roman King dan Rachel Aseelah sejumlah bintang juga ikut dalam film ini seperti Cut Keke, Fanny Ghassani, Alexandra Gottardo hingga Diana Pungky. rencananya film ini akan tayang akhir tahun.
Penulis: Nurul Huda
Advertisement