Evakuasi Dramatis Santri Ponpes Al-Khoziny dari Reruntuhan Musala Ambruk
Musibah menimpa Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Musala tiga lantai di kompleks ponpes tersebut ambruk pada Senin, 29 September 2025, sekitar pukul 15.00 WIB, saat puluhan santri tengah melaksanakan salat Ashar berjemaah.
Peristiwa nahas ini menyebabkan kepanikan luar biasa. Puluhan santri tertimpa reruntuhan bangunan. Data sementara mencatat 100 santri menjadi korban, dengan rincian 1 meninggal dunia, 1 luka berat, dan puluhan lainnya luka ringan hingga sedang.
Fakta-Fakta Ambruknya Musala Ponpes Al-Khoziny
Waktu Kejadian
Musala ambruk pada Senin, 29 September 2025, sekitar pukul 14.45β15.00 WIB, sesaat setelah jamaah menunaikan salat Ashar.Jumlah Korban
Total korban: 100 santri.
1 santri meninggal dunia.
99 berhasil selamat, terdiri dari 91 evakuasi mandiri dan 8 dievakuasi tim SAR.
Korban luka dievakuasi ke beberapa rumah sakit: RSUD Notopuro (38 orang), RS Islam Siti Hajar (45 orang), dan RS Delta Surya (4 orang).
Penyebab Belum Pasti
Gedung musala sebenarnya berlantai dua dan tengah dibangun menjadi tiga lantai penuh. Aktivitas pengecoran di lantai atas dilakukan sejak pagi hingga siang sebelum bangunan roboh. Dugaan sementara, struktur bangunan tidak kuat menahan beban.Proses Evakuasi Dramatis
Tim SAR gabungan berhasil menyelamatkan 8 santri dari balik reruntuhan. Evakuasi berlangsung sejak Senin malam hingga Selasa dini hari, dengan waktu penyelamatan berbeda mulai pukul 18.01 WIB hingga 01.58 WIB.Tim SAR Dikerahkan
Ratusan personel gabungan dari Kantor SAR Surabaya, BPBD Jatim, TNI, Polri, PMI, Damkar, hingga relawan terlibat. Mereka dibantu peralatan ekstrikasi, SCBA, alat medis, hingga alat berat untuk mempercepat pencarian korban.Kesaksian Warga dan Santri
Munir, Ketua RT setempat, mengaku mendengar suara gemuruh dan getaran seperti gempa sebelum bangunan roboh. Sementara Wahid, salah satu santri yang selamat, merasakan getaran sejak rakaat kedua salat Ashar sebelum musala runtuh.Usia Bangunan Masih Baru
Musala tersebut baru berusia sekitar 10 bulan. Lantai dasar dibangun dua tahun lalu, sementara lantai atas baru saja ditambah dan sedang dalam tahap finishing.Pemerintah Daerah Turun Tangan
Bupati Sidoarjo Subandi, Wakil Bupati Mimik Idayana, serta Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak hadir langsung di lokasi untuk memantau proses evakuasi.
Penyelidikan Penyebab
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast, menyatakan penyebab pasti ambruknya musala masih dalam penyelidikan. Tim Inafis Polda Jatim telah diterjunkan untuk olah TKP.
Hingga Selasa, 30 September 2025, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal di bawah reruntuhan. Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah lanjutan untuk penanganan para korban serta investigasi penyebab runtuhnya bangunan.
Advertisement