Produk Lokal Sidoarjo Didorong Penuhi SNI Agar Lebih Berdaya Saing dan Tembus Pasar Global
Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sidoarjo mengikuti pelatihan standarisasi produk dalam program Bina UMK yang digagas Badan Standardisasi Nasional (BSN). Program ini menjadi langkah awal agar produk lokal bisa bersaing dan memperoleh sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) secara reguler.
Anggota DPR RI Komisi VII Daerah Pemilihan Jawa Timur I, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menegaskan pentingnya penerapan SNI bagi pelaku usaha kecil. Menurutnya, standarisasi bukan sekadar formalitas, melainkan kunci untuk meningkatkan kepercayaan pasar sekaligus melindungi konsumen.
“Dengan adanya SNI, produk yang dihasilkan bisa dipastikan aman, berkualitas, dan layak bersaing. Ini bukan hanya soal daya saing usaha, tetapi juga bentuk perlindungan bagi konsumen, baik di Sidoarjo maupun di daerah lain,” ujar BHS di sela kegiatan pendampingan Bina UMK di Sidoarjo, Minggu 12 Oktober 2025.
Politisi Partai Gerindra itu juga mendorong Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap pelaku industri kecil dan menengah. Langkah ini diperlukan agar UMKM di Sidoarjo bisa segera diajukan ke BSN untuk mendapatkan pembinaan dan sertifikasi resmi.
“Kita ingin para pengusaha di Sidoarjo bisa naik kelas, produknya diminati masyarakat, dan mampu bersaing hingga ke pasar nasional bahkan internasional,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Layanan Teknis (KLT) BSN Jawa Timur, Ahmad Fariz Abdulri, menyebut, Sidoarjo sebagai salah satu wilayah dengan jumlah pelaku industri terbanyak di Jawa Timur. Karena itu, daerah ini menjadi prioritas utama dalam program pembinaan Bina UMK.
“Dalam database kami, jumlah binaan terbanyak memang ada di Sidoarjo. Dari total lebih dari 400 ribu UMKM yang terdata secara nasional, sekitar 10 ribu di antaranya berasal dari Sidoarjo,” ungkap Ahmad Fariz.
Ia menambahkan, pembinaan Bina UMK diharapkan dapat membantu pelaku usaha memahami pentingnya standarisasi mutu, proses produksi yang sesuai regulasi, dan penerapan sistem keamanan produk.
“Kami ingin sebanyak mungkin UMKM di Sidoarjo bisa mengikuti program ini agar produknya memenuhi standar dan berdaya saing tinggi,” tambahnya.
Melalui sinergi antara BSN, DPR RI, dan pemerintah daerah, diharapkan semakin banyak produk UMKM Sidoarjo yang mampu menembus pasar global dengan label SNI sebagai jaminan kualitas dan kepercayaan konsumen.